Kita Bukan Sebagai Agen Adopsi

Yayasan Fajar Hidayah:

Kita Bukan Sebagai Agen Adopsi

- detikNews
Kamis, 20 Jan 2005 18:53 WIB
Jakarta - Yayasan Fajar Hidayah menyambut baik keputusan pemerintah melarang membawa anak korban tsunami ke luar Aceh. Selain itu, yayasan juga ingin meluruskan bukan sebagai agen adopsi. "Itu larangan yang tepat, kita tidak mempermasalahkan larangan itu. Kita tidak pernah seperti yang disangka orang sebagai agen adopsi," ujar pemilik Yayasan Fajar Hidayah Draga Rangkuti ketika dihubungi detikcom, Kamis (20/1/2005). Ia menduga ada salah persepsi ketika pihaknya berencana membawa sekitar 100 anak dari Aceh ke Jakarta sebelum pemerintah mengeluarkan larangan soal itu. "Ada salah persepsi waktu kita berencana membawa anak dari Aceh ke Jakarta bukan membawanya ke orang tua asuh, tetapi mempermudah untuk mempertemukan dengan keluarganya di Jakarta," katanya. Saat itu, lanjut Draga, kondisi anak-anak di Aceh sangat parah sehingga perlu ditampung di tempat yang lebih sehat. Yayasan hanya akan menjadi tempat transit sementara. "Untuk mengantisipasi bila mereka akan tinggal lama, Fajar Hidayah membuka program pendidikan sampai SMU," jelasnya. Namun, lanjut Draga, setelah pemerintah mengeluarkan larangan anak-anak korban tsunami dibawa ke luar Aceh, Yayasan Fajar Hidayah memutuskan membuka program pendidikan gratis di Banda Aceh dan Medan. Pihak yayasan bekerja sama dengan yayasan lokal yang mengizinkan tempatnya digunakan untuk pendidikan. Di Aceh, program pendidikan sudah mulai berjalan. Sedangkan untuk di Medan, pihak yayasan masih mencari lokasi. "Kita memberikan fasilitas gratis anak korban tsunami di Aceh, tetapi tidak menyediakan tempat tinggal," katanya. Ia menambahkan, pihaknya batal memberangkatkan sekitar 100 anak dari Aceh, Minggu (2/1/2005) pagi silam karena sulitnya transportasi. "Tidak jadi karena pada saat itu tidak ada pesawat. Akhirnya kita memutuskan membuka sekolah disana," jelasnya.Berita Terkait:* 300 Anak Korban Tsunami Tunggu Angkutan ke Jakarta* 100 Anak Korban Tsunami Terlambat Tiba di Jakarta (rif/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads