"Pagi tadi saya melakukan komunikasi dengan dubes Korsel yang ada di Jakarta, intinya kita (Kemenlu) meminta mengharapkan kiranya segera ada kejelasan mengenai evakuasi yang sudah ada di Kapal Oryong," kata Retno di Restoran Sate Khas Senayan, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (5/12/2014).
Retno mempertanyakan kepada pemerintah Korsel kapan korban akan dibawa ke Busan, Korsel untuk dilakukan post mortem (data-data korban setelah mati).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi berdasarkan data ante mortem ini nanti akan kita cocokkan dengan data post mortem-nya pada saat jenazah sudah diterima," sambungnya.
Retno menyampaikan pada pihak pemerintah Korsel bahwa Indonesia bersedia untuk mengirim tim DVI (Disaster Victim Identification) Polri untuk membantu proses post mortem.
"Jadi kira-kira perkembangan sampai saat ini seperti itu. Jadi kita akan update lagi di titik terdekat TKP, kita ada tim di sana, di Moskow untuk koordinasi kemenlu dan otoritas lainnya ada, di Seoul kita ada tim, di Busan juga ada tim, dan kita (Kemenlu) di sini di Jakarta juga sudah menyebar semuanya ke keluarga korban, jadi intinya gitu," terangnya.
(tfn/fjp)











































