Begini Cerita Penyesalan Korban 'Ginseng' Miras Oplosan di Sumedang

Begini Cerita Penyesalan Korban 'Ginseng' Miras Oplosan di Sumedang

- detikNews
Jumat, 05 Des 2014 16:36 WIB
Begini Cerita Penyesalan Korban Ginseng Miras Oplosan di Sumedang
Sumedang - Galih melangkah tertatih-tatih ke luar gedung UGD RSUD Sumedang. Pemuda berusia 23 tahun ini mesti dipapah seorang karibnya. Dia salah satu korban 'Ginseng', minuman keras (miras) tradisional, yang tenar di daerah produksi tahu ini.

Berkali-kali Galih mengelus dada. "Tiga sahabat saya meninggal gara-gara miras oplos," ucap Galih di RSUD Sumedang, Jalan Palasari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (5/12/2014).

Dia menyesal. Nyaris saja 'Ginseng' kemasan plastik seharga Rp 20 ribu perliter itu mencabut nyawanya. "Kapok. Mabok enggak, malah masuk rumah sakit. Waktu itu cuma minum setengah gelas," kata Galih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga Samoja, Kecamatan Sumedang Selatan, ini sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani penanganan medis sejak Kamis kemarin lantaran mengeluh mual dan penglihatan kabur. Galih mengaku menenggak 'Ginseng' oplosan bersama sejumlah sahabatnya pada Minggu lalu.

"Saya baru pertama minum 'Ginseng'. Ya itupun cuma menghargai teman," tutur Galih.

Penyesalan juga diungkapkan Doni Affandi (20), warga Kecamatan Tanjungsari. Dia bersama delapan sahabatnya ramai-ramai menikmati 'Ginseng' yang dioplos suplemen penambah stamina. "Biasanya minum 'Ginseng' enggak terlalu pait rasanya. Tapi pas Minggu lalu, 'Ginseng' sangat pait. Enggak enak. Sempat mual dan nafas sesak," kata Doni di ruang UGD RSUD Sumedang.

Dia membeli miras 'Ginseng' di kawasan Cipacing. Doni dan para sohib memang sering mengonsumsi miras tersebut. Bahkan, sekali minum, pemuda ini bisa menghabiskan tiga liter 'Ginseng'.

"Kata penjualnya, 'Ginseng' itu berisi alkohol 70 persen," ucapnya.

Dia masuk ke UGD sejak Kamis kemarin. "Saya kapok. Enggak mau mabok miras lagi," kata Doni yang tangan kanannya dipasang infus.

Senada disampaikan Andri (25). Setelah meminum 'Ginseng' oplosan, dua hari kemudian efek pusing dan mual menerjang tubuhnya. Kamis kemarin Andri bertolak ke RSUD Sumedang diantar sanak keluarga. "Khawatir kondisi parah, makanya periksa ke dokter. Tadi dokter menyebut kalau saya keracunan," tutur Andri.

Mimiknya masih nampak cemas. Dia mengisyaratkan ogah menikmati lagi 'Ginseng' yang menewaskan sembilan warga Sumedang lainnya. "Ya kapok," ujar Andri singkat.

(bbn/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads