KSAD: Penyelesaian Konflik Aceh Tergantung GAM
Kamis, 20 Jan 2005 17:34 WIB
Banda Aceh - KSAD Jenderal Ryamizard Ryacudu mengatakan tawaran rekonsiliasi mengenai masalh Aceh tergantung dari niat baik GAM. Dirinya menilai, persoalan konflik akan selesai bila GAM mau menyerah."Saya tidak mengerti, itu urusan politik. Kalau mau selesai, dia harus menyerah dan meletakkan senjata. Selesai urusannya," kata Ryamizard kepada wartawan di Mabes POM Kodam Iskandar Muda, Banda Aceh, Kamis (20/1/2005).Ryamizard menambahkan, bila GAM tidak meletakkan senjata apalagi malah mencari senjata milik TNI yang hilang maka persoalan tidak akan selesai. "Kuncinya bukan pada kita tetapi pada GAM. Kalau dia mau turun maka selesai. Kalau kita mau berbuat apapun, kalau dia tidak mau turun mau apa.""Kuncinya dia turun selesai. Jadi, perdamaian tergantung dia," tandas Ryamizard.Menurutnya, sejak dulu pemerintah dan TNI sudah melakukan upaya perdamaian. Namun, hal itu selalu gagal. "Dalam agama Islam ada islah kalau tiga kali islah tidak mau baru diperangi. Tidak ada negara di dalam negara. Itu bughot," tukasnya.KSAD menegaskan, Presiden SBY dan Panglima TNI sudah menyerukan kepada GAM untuk bekerja sama dan meletakkan senjata guna membangun Aceh. Saat ini, sudah 14 ribu pasukan TNI-AD yang melakukan operasi kemanusiaan termasuk melakukan pengamanan logistik diperbatasan Sumut-Aceh. Sedangkan 20 ribu pasukan tetap ditugasi melakukan operasi pemulihan keamanan.
(ton/)











































