"Isinya cincin dan kertas-kertas," ujar security perumahan di Kupang Jaya, Sukomanunggal, Surabaya, Jumat (5/12/2014) dini hari.
Untuk membuka 1 unit brankas yang memiliki 3 laci dan masing-masing laci terdapat kunci pengaman terputar, penyidik KPK mendatangkan 2 tukang kunci.
Pembukaan brankas besi yang ditemukan di sebuah kamar lantai 1, dimulai sejak sekitar pukul 16.00 WIB, dan baru selesai pukul 23.00 WIB. Pembukaan brankas tersebut pun terpaksa menggunakan cara dibor dan digrinda.
"Ada 7 cincin (permata)," kata Rokhim, tukang kunci yang bergegas meninggalkan rumah mantan Bupati Bangkalan.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, tim penyidik KPK yang melakukan penggeledahan sejak pukul 09.00 WIB, Kamis (4/12/2014), masih belum meninggalkan rumah Fuad Amin yang sekaligus digunakan sebagai 'kantor' PD Sumber Daya-BUMD milik Pemkab Bangkalan.
(roi/jor)











































