Penjual miras oplosan tersebut ditelusuri ternyata berkedok kios jamu GG di Jalan Kayu Manis RT 12/03, Gedong, Pasar Rebo, Jaktim, Kamis (4/12/2014). Kios jamu tersebut dikenal warga sebagai tempat penjualan miras oplosan.
Informasi awal korban berjumlah tiga orang yang diketahui bernama Andi alias Ekong (25), Irwan Nasurdin (45), dan Syaiful Anwar (37) tewas pada hari Rabu (3/12). Tidak berselang lama korban pun kembali bertambah tiga yakni Bambang (36), Bara (25) dan Ahmad alias Midun (42).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan pagi tadi, saya juga baru mengetahui ada korban tewas miras oplosan namanya Andi Warga Pejaten, Jakarta Selatan. Saat ini kita akan dalami lagi karena bisa jadi korban terus bertambah," lanjutnya.
Menurut Didik, korban tewas miras oplosan dapat dipastikan tidak satu tongkrongan. Lantaran keluarga korban tidak saling mengenal.
"Informasi di lapangan, mereka tidak minum bersama tetapi masing-masing, sementara pihak keluarga tertutup. Mereka pun tidak mau jenazah korban diautopsi. Kita sendiri kesulitan mencari keterangan," tuturnya.
Didik mengatakan kasus ini berawal dari laporan masyarakat ada pengerusakan kios. Setelah ditelusuri terungkaplah kios tersebut menjual miras oplosan.
"Memang kios penjual miras itu berada di RT 12/03 dan setelah dilakukan olah TKP didapati belasan dirijen kosong berlabel akohol 96%, botol minuman kola, dan minuman sachet sehingga kami menduga kios tersebut penjual miras oplosan," tuturnya.
Sementara itu, menurut salah satu keluarga korban miras oplosan Ahmad alias Midun (45) dan Syaiful Anwar (37), korban merasakan sakit di seluruh badannya. Namun nahas, korban hanya dikerok saat merasakan sakit tersebut.
"Begitu saya kerokin badannya merah semua, saya pikir ini angin duduk. Pada hari Selasa (2/12), dia mengeluh sakit lalu dibawa ke Pasar Rebo. Rabu (3/12) dini hari, nyawanya tidak tertolong," ujar ibu korban bernama Muniroh kepada detikcom.
Muniroh mengatakan, Ahmad bekerja sebagai satpam perumahan. Ia pun tak mengakui kalau anaknya tewas akibat miras oplosan.
"Semenjak dia nikah sudah tidak pernah minum lagi. Anak saya meninggal karena sakit," tuturnya.
Hal yang sama juga ceritakan adiknya korban Syaiful Anwar bernama Ida (37). Dikatakannya, sebelum tewas, Syaiful mengeluhkan sakit diseluruh badan.
"Sebelum meninggal, dia sempat mengeluhkan tak dapat melihat, setelah itu kita bawa ke rumah sakit, nggak lama hari Rabu (3/12) sekitar pukul 13.00 WIB, dokter bilang nyawanya sudah lewat. Saya tidak tahu kalau dia minum-minuman atau tidak, memang sebelumnya dia suka mabok kalau pulang," tutup Ida.
(edo/vid)










































