19 PSK Maroko 'Magribi' Sering Buat Gaduh di Kantor Imigrasi

19 PSK Maroko 'Magribi' Sering Buat Gaduh di Kantor Imigrasi

- detikNews
Kamis, 04 Des 2014 17:16 WIB
19 PSK Maroko Magribi Sering Buat Gaduh di Kantor Imigrasi
Bogor - Petugas Kantor Imigrasi Bogor mengaku harus ekstra sabar saat melakukan pemeriksaan terhadap 19 WNA asal Maroko yang ditangkap Rabu (3/12) kemarin. Pasalnya, mereka mudah tersinggung dan selalu marah jika ada hal yang menurutnya tidak sesuai dengan keinginannya.

"Mesti pelan-pelan mintain keterangannya. Salah sedikit atau tersinggung mereka akan teriak. Terus yang lain ikut tepuk tangan ramai-ramai, sambil teriak. Bikin gaduh," kata seorang penyidik yang ditemui detikcom di Kantor Imigrasi Bogor, Kamis (4/12/2014) siang.

Pihak Imigrasi juga selalu melakukan pengawasan selama 19 WNA tersebut menjalani pemeriksaan di Kantor Imigrasi Bogor. Pengawasan ini untuk mengantisipasis hal-hal yang tidak diinginkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena ada beberapa yang mencoba melukai dirinya sendiri. Ini yang kita antisipasi supaya tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan. Artinya jangan sampai ada tindakan mereka yang merugikan kita dan menyulitkan penyidikan," kata Pandu, Kasi Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Bogor.

Di Kantor Imigrasi, belasan 'Magribi' tersebut diperiksa satu persatu oleh petugas. Didampingi dua orang translator dari Kantor Imigrasi, mereka diminta menjawab semua pertanyaan yang diajukan petugas. Beberapa Magribi selalu mengawasi setiap orang berpakaian preman (tanpa seragam dinas kantor Imigrasi) yang masuk ke dalam ruang penampungan mereka di Kantor Imigrasi Bogor.

Bahkan, ada beberapa diantaranya langsung meminta agar tidak ada yang memotret atau merekam mereka. "No camera, please!" kata seorang Magribi kepada setiap pria berpakaian preman.

Mendengar seorang di antara mereka berbicara, spontan yang lainnya ikut mendukung dan membuat suasana di ruang penampungan sementara dan ruang penyidikan di Kantor Imigrasi Bogor menjadi riuh.

WNA yang diamankan petugas imigrasi merupakan perempuan yang memiliki wajah khas timur tengah dengan hidung yang mancung dan berkulit putih. Tidak ada satupun yang memakai hijab yang menutup seluruh badan, layaknya perempuan muslim Timur Tengah yang kerap dikunjungi di kawasan Puncak, Bogor.

Rambut mereka kebanyakan berwarna pirang dan dibiarkan terurai. Cantik memang, tapi siapa sangka kalau ternyata mereka ternyata datang ke Indonesia untuk menjadi PSK di kawasan Puncak.

(vid/vid)


Berita Terkait