"Melalui sebuah penelitian akan mendapatkan data kemiskinan secara valid," ucap Khofifah saat memberikan kuliah tamu di Universitas Brawijaya, Kamis (4/12/2014).
Dalam kuliah umum mengambil tema 'Peran Mahasiswa dalam Meningkatkan Rasa Kepedulian Sosial' menuturkan, Kementerian Sosial masih menggunakan data warga miskin tahun 2011 sebagai penerima kompensasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menegaskan, keabsahan data warga miskin sangat penting, agar proses pemberdayaan masyarakat berupa dana kompensasi yang diberikan bisa tepat sasaran. "Sementara ini masih banyak terjadi ketimpangan untuk warga kurang mampu," ungkap Khofifah.
(fjp/fjp)











































