"Kami imbau kepada penumpang agar lebih berhati-hati, karena taksi kami sering dipalsukan. Ini tentunya sangat merugikan kami, karena taksi kami dituding melakukan perampokan," jelas Direktur Express Group Herwan Gazali kepada wartawan di Sari Kuring, SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (4/12/2014).
Herwan mengatakan, pemalsuan logo Express yang digunakan oknum-oknum tertentu, sudah sering terjadi. Bahkan pelaku memodifikasi mobilnya semirip mungkin dengan Taksi Express.
"Sering dipalsukan, mahkota (berlogo Express) di atas kap itu sering dipalsukan. Stiker itu bisa dibuat juga," kata Herwan saat ditemui di Sari Kuring, SCBD, Jaksel.
Tidak hanya itu, menurut Herwan, pelaku juga bisa memalsukan cover seat sehingga mirip Express.
"Itu cover seat banyak yang jual. Dia bisa saja bordir sendiri," imbuhnya.
Sementara menurut Direktur Keuangan Express Group David Santoso, menyarankan agar penumpang meminta sopir Taksi Express untuk membuka bagasi terlebih dahulu sebelum berangkat. Ini untuk memastikan jika Taksi Express yang akan ditumpangi dalam kondisi aman.
"Kami sarankan kepada penumpang untuk meminta sopir membuka bagasi terlebih dahulu. Cek dulu segel pelat baja di bagasi dalam kondisi baik atau tidak," ujar David.
Ia juga mengimbau penumpang untuk memesan taksi via telepon. Dengan memesan taksi via telepon, ia memastikan keamanan penumpang terjamin. "Kalau via telepon kami jamin aman, karena kami kirim langsung," kata dia.
(mei/fjr)











































