"Demokrat nggak ada, PAN juga nggak ada. Gara-gara Perpu Pilkada mereka pecah kongsi," kata Ruhut, Kamis (4/12/2014).
Saat ini, Perpu Pilkada memang menjadi titik polemik antara Demokrat dengan KMP. Soalnya Golkar bersama KMP berniat menolak Perpu Pilkada yang dimaksudkan SBY untuk mempertahankan Pilkada langsung itu.
Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (Ical) menyatakan keputusan Munas menolak Perpu Pilkada bukan dibuat oleh seorang elite saja, misal Ical, Akbar Tandjung atau Theo Sambuaga. "Tapi (disepakati) oleh 547 peserta Munas," kata Ical saat menyampaikan pidato penutupan Munas di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, hari ini.
Ruhut menyatakan Ketua Harian DPP Demokrat Syarief Hasan biasa ditunjuk untuk menjadi perwakilan Demokrat dalam acara-acara semacam Munas Golkar itu. Ruhut sendiri mengaku tak tahu menahu mengapa Syarief tidak hadir di penutupan Munas.
"Nggak tahu (kenapa tidak hadir). Yang kulihat, Pak Syarief nggak ada di sana. Kemarin saja Pak Syarief masih sama saya di Senayan," tutur Ruhut.
(dnu/nrl)











































