Pembangunan Relokasi untuk Pengungsi Aceh Baru 15%

Pembangunan Relokasi untuk Pengungsi Aceh Baru 15%

- detikNews
Kamis, 20 Jan 2005 15:58 WIB
Jakarta - Pemerintah masih terus membangun sejumlah rumah sederhana untuk relokasi para pengungsi Aceh. Sampai saat ini, pembangunannya mencapai 15 persen. Relokasi ini diperkirakan akan selesai dalam tiga minggu ke depan. Informasi ini disampaikan oleh staf ahli Menko Kesra Al Hilal Hamdi saat dihubungi detikcom. Hilal yang menjadi staf ahli Menko Kesra bidang penanggulangan kemiskinan ini sudah berada di 16 hari di Aceh untuk mendukung penanganan pengungsi. Menurut Hilal, pemerintah kini sedang menyiapkan relokasi para pengungsi yang kini masih tinggal di posko-posko darurat. Dari catatan Bakornas, saat ini ada 61 posko darurat yang berdiri di wilayah Aceh dengan jumlah pengungsi sekitar 300 ribu orang. Rencanannya, para pengungsi ini akan direlokasi ke 24 titik. Dalam upaya relokasi itu, kini pemerintah sedang membangun rumah-rumah yang sangat sederhana. "Para pengungsi yang saat ini tinggal di tenda-tenda darurat akan dipindah ke rumah-rumah sederhana, beratapkan seng berdinding kayu," kata Hilal. Namun, rumah sederhana ini sifatnya hanya sementara. Kemungkinan akan bertahan selama satu sampai dua tahun. Nantinya, ketika sudah memasuki tahap rekonstruksi, maka perumahan-perumahan yang layak huni akan dibangun untuk para pengungsi itu. Pembangunan relokasi ini sampai sekarang baru selesai 15 persen. "Kecuali untuk Aceh Timur, sudah 100 persen selesai dan sudah bisa dihuni saat ini," jelas mantan tenaga kerja dan transmigrasi ini. Rumah-rumah darurat untuk relokasi pengungsi ini didirikan di tanah-tanah warga dan tanah-tanah pemerintah. "Untuk relokasi ini, selain dari pemerintah, juga ada bantuan-bantuan asing, seperti Korea atau juga perusahaan swasta, seperti Gudang Garam, dan lain-lain," ungkapnya. Setelah upaya relokasi selesai, kata Hilal, pemerintah dan Bakornas akan berupaya melakukan pemulihan ekonomi. "Banyak segi, seperti pertanian, perdagangan dan lain-lain. Namun, sepertinya pemulihan ekonomi yang relatif cepat adalah pemberdayaan nelayan. Misalnya, kita akan bantu nelayan dengan menyediakan alat penangkap ikan," ujar mantan caleg 2004-2009 dari PKB ini. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini