Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar, drh Abdul Manaf, membenarkan adanya korban tewas karena gigitan anjing liar. Ada 7 warga Desa Bina Karya dan Desa Batu Begigi, Kecamatan Tanah Pinoh, Kabupaten Melawi, yang digigit anjing. Dua orang di antaranya meninggal.
"Memang benar telah terjadi serangan anjing liar di Nanga Pinoh," kata Manaf saat dihubungi detikcom, Rabu (3/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gigitan induk anjing yang baru melahirkan anak ini menyebabkan kematian, karena terindikasi mengidap rabies," ujar Manaf.
Juanda (50), salah satu korban gigitan anjing akhirnya meninggal dunia dengan gejala demam diikuti keluhan sakit di bagian bekas gigitan. Badan korban terasa kaku di seluruh lengan.
"Dua hari sebelum meninggal, korban mengalami sakit tenggorokan dan terasa terkancing mulutnya sehingga tidak dapat menelan makanan dan minuman," jelas Manaf.
Korban gigitan anjing selanjutnya terjadi di Desa Batu Begigi, Kecamatan Tanah Pinoh. Serangan anjing jantan ini mengigit 3 orang dalam waktu bersamaan. Korban tewas adalah Ayla (11) siswi SD.
Warga panik dan melarang anak-anaknya bermain di luar rumah. Polisi turun tangan sampai harus memburu anjing liar tersebut.
"Dari hasil monitoring, disimpulkan serangan anjing liar ini tidak menyebabkan rabies," pungkasnya.
Namun untuk menciptakan ketenangan batin warga terutama korban gigitan anjing, pihaknya telah menyarankan pihak Pemda Melawi untuk memberikan vaksin anti rabies (VAR) serta meminta pemda untuk segera melaporkan setiap ada kasus gigitan anjing sehingga dapat diambil tindakan pencegahan.
(try/try)











































