Tjipetir Satu-satunya, Awalnya Cuma Seluas 240 Bouw

Laporan dari Den Haag

Tjipetir Satu-satunya, Awalnya Cuma Seluas 240 Bouw

- detikNews
Rabu, 03 Des 2014 19:25 WIB
Tjipetir Satu-satunya, Awalnya Cuma Seluas 240 Bouw
De Telegraaf, 1938
Den Haag - Perkebunan Tjipetir awalnya cuma seluas 240 bouw. Gutta (Inggris) berasal dari frase atributif "getah". Belanda memakai bahasa lokal "getah pertja", bahasa kita sendiri.

Getah ini berasal dari tanaman Palaquium gutta. Tanaman ini tumbuh di Sumatera, Semenanjung Malaka, Singapura dan Kalimantan (Mohtar, A.P. Abang Mohd. (April 2002) Palaquium gutta (Hook.f.) Bail, In Soepadmo, Wikipedia.

Belanda selanjutnya mencoba menanamnya di lahan yang dipandang cocok: Tjipetir, Jawa Barat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harian Soerabaiasch-Handelsblad, Kamis 13 Desember 1900 melansir hasil pembahasan anggaran untuk perkebunan kopi senilai 400.000 Gulden, di mana di dalamnya juga dilaporkan pembahasan mengenai perintisan perkebunan perca di Tjipetir.

Rencana pendirian perusahaan getah perca di Jawa mendapat dukungan penuh, demikian dikutip detikcom dari arsip Koninklijke Bibliotheek, Rabu (3 Desember 2014).

Direktur Perkebunan Negara yang membuat laporan penting mengenai penanaman perca di Tjipetir, Jawa Barat, antara lain mengatakan bahwa kemungkinan keberhasilan tanaman ini sangat dimungkinkan.

Pada mulanya dimaksudkan untuk melakukan perluasan perkebunan dari 240 bouw (1 bouw = 0,7 hektar, red) di Tjipetir dengan menambahkan kawasan sebelahnya seluas 315 bouw (sehingga totalnya menjadi 555 bouw) khusus ditanami perca, yang tumbuh luarbiasa di Tjipetir.

Selanjutnya dijajagi untuk mencari lahan lagi di wilayah Karesidenan Priangan, lebih disukai sedekat mungkin dengan Tjipetir, seluas 2000 bouw dalam jangka waktu 5 sampai 10 tahun untuk ditanami perca, demikian koran bisnis yang terbit di Surabaya itu 114 tahun silam.

Ekspor

Dalam tempo singkat, komoditas unggulan sebelum ditemukannya bahan plastik ini sudah merambah pasar ekspor, salah satunya ke Amerika.

Ekspor getah perca dari Hindia Belanda ke Amerika pada periode Januari-September 1938 meningkat menjadi 23,323 ton dari sebelumnya 22,180 ton periode sama tahun sebelumnya (De Telegraaf, Minggu, 5 November 1938).

Pada bagian lain, harian ini memaparkan bahwa getah perca adalah produk yang sama sekali berbeda dari karet. Getah ini diproduksi di Hindia Belanda dari daun dan tangkai tanaman Palaquium, yang sepenuhnya beda jenis dari pohon Hevea (karet).

Sifat kimia dan teknis dari getah perca berbeda dari karet, sehingga juga digunakan untuk keperluan khusus antara lain untuk produksi kabel dan bola golf.

Gouvernementsonderneming (BUMN) Tjipetir, yang terletak di Tjibadak, residensi Bogor, adalah satu-satunya dari total 15 perusahaan perkebunan negara di mana getah perca diproduksi. Di samping getah perca, Tjipetir juga memproduksi karet.

(es/es)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini