"Jatahnya kan tiga. Ya memang satu harus ada wanita yang menjadi Waketum," kata Titiek kepada detikcom, saat ditemui di arena Munas Golkar di Hotel Westin Bali, Rabu (3/12/2014).
"Kami sudah ajukan itu ke Pak Ical. Bisa saja saya atau yang lainnya. Itu terserah nanti saja," imbuhnya.
Terkait apakah sudah ada permintaan dari Ical kepadanya untuk duduk di kursi Waketum. Titiek mengaku, apabila tidak ada pembicaraan terkait kemungkinan tersebut.
"Masih belum ada pembicaraan. Tunggu nanti saja," ungkapnya sembari sibuk diajak berfoto oleh kader Golkar dari berbagai daerah.
Menurut dia, dengan diisinya wanita yang menjabat sebagai Wakil Ketua, akan dapat menampung dan mengakomodir pendapat wanita untuk perkembangan partai ke depannya. Sehingga, dia berharap akan ada satu kursi kosong untuk kader wanita Golkar mendampingi Ical.
"Pak Ical kan juga bilang, kalau 30 persen kepengurusan partai nantinya adalah wanita. Jadi biar ada keterwakilan buat wanita," jelasnya.
"Pokoknya itu kami (kader wanita) harus mengabdi kepada partai," pungkas Titiek.
(van/van)











































