"Ya saya akan ikuti apa yang diinginkan DPR. Saya siap melaksanakan uji kelayakan ini," kata Robby di komplek parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/12/2014).
Dia mengaku tidak ada persiapan untuk menghadapi fit and proper test. Robby menekankan kalau dirinya sudah lama
mengkaji persoalan korupsi. Bahkan, dia mengklaim mengkaji kasus korupsi sebelum institusi KPK dibentuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia pun coba menceritakan pengalaman menulisnya tentang suatu persoalan hukum dan korupsi pada 2008.
"Tulisan saya soal Dewan pengawas KPK yang kontoversi sudah saya tulis di 2008. Itu diterima juga oleh pembuat kebijakan DPR," tutur pria yang juga dosen di Universitas Indonesia itu.
Lantas, ditanya soal penilaian dirinya adalah calon titipan, Robby menepisnya. Dia menegaskan isu itu hanya suatu cara yang ingin menjatuhkannya.
"Itu tidak benar. Itu hanya orang yang ingin jatuhkan saya. Silahkan tulisan saya dikaji. Tidak ada titipan. Itu sudah dibantah juga oleh pansel. Banyak tulisan saya," sebut mantan aktivis HAM itu.
(hat/ndr)










































