Komisi III DPR menggelar fit and proper test terhadap dua calon pimpinan (Capim) KPK, Busyro Muqoddas dan Robby Arya Brata. Konon DPR lebih cenderung untuk memilih Robby ketimbang Busyro.
Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto angkat bicara terkait hal tersebut. Menurutnya, itu tak masalah selama proses pemilihan berjalan dengan indikator yang jelas.
"Kalau penilaian itu dilakukan dengan indikator yang jelas, so what. Kalau dia memilih sebelum memilih untuk apa pemilhan," kata Bambang, usai diskusi peluncuran Corruption Perception Index (CPI) di Hotel Melia, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (3/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada informasi lain yang mengatakan bahwa terjadi proses pemilihan sebelum pemilihan," ungkapnya.
Bambang juga mempertanyakan kenapa di DPR hanya melakukan tes lisan dan tak ada tes tulis. Hal tersebut bisa dianggap akan mencederai tata cara yang selama ini berlaku.
"Ada tes tertulis nggak? Harus ada tes tertulis ya. Harus equal kayak dulu. Harus ada tes tertulisnya dulu baru tidak tertulis. Hakim agung aja pake tes tertulis. Kalau tidak ada tes tertulis, artinya kan ada problem di tata cara," tutur Bambang.
"Jangan sampai rekrutmen ini dikorbankan karena soliditas (DPR) yang belum benar. Sebaiknya jangan bermain-main, karena memikirkan dampaknya," lanjutnya.
(rna/ndr)










































