Braak berada di Amerika dalam rangka untuk memperluas pasar getah perca dari Tjipetir, Hindia Belanda (Indonesia), demikian dilansir harian De Telegraaf Edisi Rabu 15 Juni 1938, dikutip detikcom dari Koninklijke Bibliotheek, hari ini Rabu (3 Desember 2014).
Menurut Braak, pembicaraannya berhasil membukukan sukses, sehingga pasar getah ini dalam waktu dekat dapat ditingkatkan berlipat ganda.
Getah perca saat ini (1938 red) di Hindia Belanda hanya diproduksi oleh Gouvernementsonderneming Tjipetir (BUMN Cipetir).
Produk ini terutama digunakan untuk bahan produksi bola golf dengan kualitas lebih baik.
(es/es)











































