DetikNews
Rabu 03 Desember 2014, 15:10 WIB

Terbukti Korupsi, Eks Wakil Rektor UI Dihukum 2,5 Tahun Penjara

- detikNews
Jakarta - Eks Wakil Rektor Bidang SDM, Keuangan dan Administrasi Umum Universitas Indonesia (UI), Tafsir Nurchamid dihukum 2 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 200 juta subsidair 2 bulan kurungan. Majelis Hakim menyatakan Tafsir terbukti menyalahgunakan kewenangannya dalam proyek instalasi infrastruktur teknologi informasi Gedung Perpustakaan UI.

"Menyatakan terdakwa Tafsir Nurchamid terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," ujar Hakim Ketua Sinung Hermawan membacakan amar putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (3/12/2014).

Pengadaan instalasi IT tahun 2010 dilakukan saat UI menyelesaikan pembangunan gedung perpustakaan. Pada bulan Juni 2010, Tafsir dan Direktur Umum dan Fasilitas UI, Donanta Dhaneswara membuat dan menetapkan pagu anggaran pengadaan interior dan instalasi infrastruktur IT gedung perpustakaan total Rp 50 miliar yang bersumber dari hasil sewa tempat di gedung perpustakaan oleh BNI 46.

Dalam proyek ini, Tafsir memberi arahan agar memprioritaskan PT Makara Mas, perusahaan milik UI untuk mengerjakan proyek pengadaan di lingkungan UI termasuk untuk instalasi IT perpustakaan. Padahal Makara Mas tidak memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan.

Untuk memuluskan langkahnya, Tafsir menandatangani surat edaran pengadaan barang/jasa di lingkungan UI dengan memprioritaskan PT Makara Mas. Konsep surat ini dibuat Direktur PT Makara Mas, Tjahjanto Budisatrio atas perintah Tafsir.

Tafsir, sambung hakim, menyetujui PT Makara Mas menggunakan bendera PT Netsindo Inter Buana untuk mengikuti lelang proyek. Untuk memenuhi isi kontrak, PT Makara Mas melakukan pembelian komputer merk Apple, point of sapoint of sales system, kabel jaringan, peralatan sistem perpustakaan.

Selaku kuasa pengguna anggaran dan pejabat pembuat komitmen, Tafsir tidak melaksanakan kewenangannya karena tidak melakukan teguran dan tidak menjatuhkan sanksi terhadap PT Netsindo Inter Buana maupun kepada PT Makara Mas atas penyimpangan yang terjadi.

Karena barang-barang yang dibeli oleh PT Makara Mas tidak sesuai spesifikasi teknis sebagaimana diatur dalam kontrak dan penyelesaian pekerjaannya terlambat sehingga mengakibatkan beberapa barang tidak dapat difungsikan atau berfungsi namun tidak optimal dan menyebabkan kemahalan harga.

Selain menguntungkan orang lain dan sejumlah perusahaan, Tafsir ikut mendapatkan keuntungan dengan menerima satu dekstop merk Apple dan satu iPad. "Namun barang dikembalikan ke setelah ada pemeriksaan BPK dan penyelidikan KPK," tegas hakim anggota Slamet Subagyo.

Akibat penyimpangan proyek, keuangan negara mengalami kerugian Rp 8,425 miliar. Besaran kerugian ini berbeda dengan hasil audit BPK yakni Rp 13,076 miliar.

Sebab majelis hakim mengantongi bukti, sejumlah barang pembelian PT Netsindo termasuk nilai keuntungan seharga Rp 4,651 miliar berfungsi baik saat ini di perpustakaan UI.

Tafsir terbukti bersalah melanggar Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.


(fdn/gah)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed