BIN: Asing Punya Kepentingan di Luar Misi Kemanusiaan

BIN: Asing Punya Kepentingan di Luar Misi Kemanusiaan

- detikNews
Kamis, 20 Jan 2005 21:14 WIB
Jakarta - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar menyatakan, kehadiran pihak asing di Aceh pasti memiliki kepentingan tertentu selain misi kemanusiaan. Berdasar data BIN, saat ini jumlah militer asing di Aceh mencapai 19 ribu orang. Sedangkan relawan ribuan."Sudah pasti ada kepentingan tertentu. Alangkah bodohnya kalau AS dan negara lain tidak seperti itu," kata Syamsir dalam rapat kerja Komisi I DPR dengan Panglima TNI, Menhan, Menlu, dan Kepala BIN di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (20/1/2005). Menurut Syamsir, pihak asing pasti akan memanfaatkan setiap aktivitas untuk tujuan tertentu seperti untuk mengetahui kondisi geografis Indonesia. Mereka bisa mencari informasi lebih detail tentang Indonesia khususnya tentang Selat Malaka. Dengan alasan itu, BIN berpendapat perlu adanya pembatasan waktu bagi militer asing di Aceh. Syamsir mengusulkan batas waktu itu 3 bulan. Alasannya jangka waktu itu Indonesia sudah cukup mampu mengambil alih penanganan Aceh. Sidney JonesSyamsir mengungkapkan, sejauh ini sudah ada sejumlah pihak yang berusaha menggunakan Aceh untuk kepentingan tertentu. Dia menyebut salah satunya, Direktur International Crisis Group (ICG) Sidney Jones. "Misalnya Sidney Jones sudah minta pada kami agar diizinkan masuk. Tapi tidak kami berikan meskipun ada beberapa kementerian yang juga minta agar dikabulka. Daripada timbul masalah lebih baik tidak kami izinkan," kata Syamsir.BIN telah menempatkan 15 stafnya di Aceh. Dari data BIN diketahui, relawan asing jumlahnya mencapai ribuan. Sedangkan militer asing sebanyak 19 ribu personel. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads