Misteri Tjipetir di Eropa

Ini Dia Pabrik Karet Cipetir yang Produknya Jadi Misteri di Eropa

- detikNews
Rabu, 03 Des 2014 12:27 WIB
(Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi -

Bangunan tua di areal perkebunan milik PTPN VIII Sukamaju Sukabumi berdiri kokoh. Cat putihnya tampak kusam. Siapa sangka, di situlah karet kualitas dunia diproduksi seabad lalu. Produknya berupa blok-blok sebesar tablet bertuliskan 'Tjipetir', jadi misteri setelah tercecer di pantai-pantai Eropa.

detikcom berkunjung ke pabrik itu, Selasa (2/12) petang. Situasi sepi. Maklum, selain karena tidak ada operasional, bangunan yang temboknya bertuliskan 'Cipetir' itu berjarak 1,5 km permukiman terdekat, Desa Cipetir, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Menurut Kepala Administratur PTPN VIII Sukamaju, Budhi Herdiana, pabrik Cipetir memiliki 30 karyawan. Mereka merupakan pekerja perkebunan dan hanya bekerja jika ada pesanan.

"Produksinya di bawah kendali PTPN," kata Budhi.

Budhi meyakini lempengan karet yang ditemukan di pantai-pantai Eropa selama beberapa tahun terakhir merupakan produk Cipetir. Sebenarnya benda itu tak terbuat dari karet, tapi getah daun Gutta Percha. Tanaman ini berkembang baik di Cipetir.

Budhi menjelaskan, kemungkinan kapal pengangkut produk Cipetir karam setelah diserang Jerman di lautan. Maka itu, lempengan karet berceceran di pantai. Sejauh yang Budhi tahu, Eropa, Jepang, dan Amerika merupakan pengguna produk Cipetir.

"Sejak dulu mereka (Eropa, Jepang, dan Amerika) sudah menggunakan produk Cipetir untuk untuk insulasi kabel dasar laut dan kebutuhan lain," kata Budhi.

Cipetir jadi sorotan dunia setelah warga Inggris Tracey Williams mengaku berhasil menguak misteri kotak berbahan seperti karet bertuliskan 'Tjipetir' yang ia temukan di pantai Cornwall, Inggris, pada 2012. Ternyata benda serupa ditemukan di pantai Spanyol, Prancis, Belanda, Jerman, Norwegia, Swedia, dan Denmark. Berdasarkan penelusuran Williams, 'Tjipetir' adalah nama desa di Sukabumi, Indonesia. Benda itu diangkut ke perairan Eropa oleh kapal Jepang seabad lalu.

(try/nrl)