"Express sudah menerapkan di belakang mobil antara bagasi dengan penumpang itu ada pintunya. Kita pasang besi paten dan disegel. Itu kami lakukan untuk keamanan penumpang," ungkap Direktur Keuangan Express Group David Santoso saat berbincang dengan detikcom, Selasa (2/11/2014).
Pihak Express Group pun telah bekerja sama dengan jajaran kepolisian untuk melacak komplotan pelaku yang menggasak harta benda korban. Korban pertama, RW (27) mengingat nomor pintu taksi yang dinaikinya. Saat Express menunjukkan unit taksi seperti yang dimaksud RW yakni DP 8015, korban pun mengatakan unit itu tidak sesuai dengan taksi yang merampoknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nomor (taksi) yang disebutkan kita tracking dan pada saat kejadian taksi itu tidak ada dekat-dekat lokasi kejadian. Memang taksi putih identik dengan Express mungkin karena kita cukup terkenal, tapi taksi berwarna putih itu kan banyak," sambungnya.
David atas nama PT Express Transindo Utama selaku pengelola taksi Express menyarankan agar masyarakat menggunakan layanan telepon atau melalui aplikasi saat memesan taksi. Dengan menggunakan 2 layanan tersebut, pemesanan yang dilakukan disebut David akan teregister dan terpantau data perjalannya.
"Kita menyarankan kepada penumpang untuk benar-benar memperhatikan ciri-ciri taksinya, nomornya, dan merek taksinya. Kami juga sarankan penumpang untuk telepon atau pakai aplikasi (jika ingin menggunakan jasa taksi). Jadi terdaftar registrasinya dan ketracking. Kalau kejadian seperti itu (perampokan) biasanya yang melambai di tengah jalan," David menjelaskan.
Untuk layanan aplikasi untuk pemesanan taksi Express, David mengatakan ada 2 yang dapat digunakan melalui smart phone. "Expresa Now dan Express Mobile Reservation bisa digunakan di smart phone. Ada di Android, iPhone, dan Blackberry," imbuhnya.
Meski taksi putih kerap diidentikan dengan Express, David mengaku hingga saat ini tidak melihat adanya tren penurunan konsumen setelah adanya kejadian perampokan terhadap 2 karyawati di Jakarta itu. Express Group pun mengimbau kepada masyarakat yang menggunakan jasa mereka, apabila memiliki informasi khusus dan mengalami kejadian serupa atau segala bentuk ketidaknyamanan lainnya untuk segera melaporkan ke Halo Express melalui telepon ke nomor (021) 500122.
"Saya tidak melihat ada tren pengurangan (konsumen). Apalagi BBM sudah naik tapi tarif taksi belum naik harganya. Taksi ini kan di mana-mana dibutuhkan, makanya pilihlah taksi yang aman," tutup David.
(ear/kha)











































