PGI-KWI Minta Polisi Usut Worldhelp

Pokja Bersama NU-Muhammadiyah

PGI-KWI Minta Polisi Usut Worldhelp

- detikNews
Kamis, 20 Jan 2005 12:20 WIB
Jakarta - Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) dan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) meminta kepolisian mengusut kasus Worldhelp yang akan mengadopsi 300 anak Aceh.Demikian disampaikan Ketua Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Pendeta Andreas Yewangoe usai bertemu Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi di kantor PBNU Jalan Keramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (20/1/2005).Tuntutan agar kasus Worldhelp diusut semakin kuat, sebelumnya Presiden SBY meminta Polri mengusut tuntas kasus Worldhelp karena telah menimbulkan reaksi emosional di dalam negeri pada Rabu (19/1/2005) kemarin."PGI tidak ada kaitan apapun (dengan Worldhelp), kalau benar terjadi harus diteliti kepolisian karena bertentangan dengan peraturan. Kristenisasi anak Aceh bertentangan dengan prinsip kristen karena tidak sesuai dengan budaya dan agama masyarakat Aceh," tandas Pendeta Andreas.Menurut dia, penanganan anak-anak Aceh harus di bawah organisasi Islam seperti NU dan Muhammadiyah. "Kami dan mitra kita di luar negeri akan ikut memfasilitasi memberikan bantuan melalui NU dan Muhammadiyah," ujar Pendeta Andreas."Saat ini, lembaga internasional yang menghubungi kami ACT (Action by Church Together) atau Konsorsium Gereja-Gereja di Eropa dan AS serta CWC (Child World Service dan masih banyak gereja lain yang bersatu untuk memberikan bantuan melalui kelompok kerja yang terdiri dari NU, Muhammadiyah, KWI dan PGI," ungkap dia.Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Romo Kardinal Darmaatmadja meminta anak-anak korban tsunami tetap berada di Aceh. "Sangat tidak manusiawi mengadopsi anak Aceh di luar agama dan kultur anak itu sendiri. Semua bantuan harus disalurkan langsung ke Aceh dan sedapat mungkin anak-anak tersebut tetap berada di Aceh," imbuhnya.Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi menambahkan PBNU, Muhammadiyah, PGI dan KWI telah membentuk kelompok kerja untuk memberikan bantuan kemanusiaan bagi anak-anak Aceh.Kirim UstadzPBNU mengirim 500 orang ustadz ke Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) untuk membantu mengurangi trauma korban bencana tsunami. "Mereka dikirim secara bertahap 30 sampai 50 orang per minggu untuk meningkatkan pendidikan dan mengurangi stres anak-anak Aceh melalui pendekatan-pendekatan humanis, psikis dan keagamaan," kata Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi."Kita berusaha menyiapkan anak-anak Aceh tertawa di tengah bencana. Saat ini, 848 anak Aceh sudah ditampung di 11 pesantren di Aceh. Pesantren tersebut selain untuk pendidikan juga untuk tempat makan dan minum, poliklinik serta fasilitas lain yang diperlukan untuk membangun moral anak-anak Aceh," demikian Hasyim. (aan/)


Berita Terkait