Nasib berbeda dialami Poempida Hidayatullah yang di musim kampanye pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Juli lalu mendukung Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla. Padahal sikap Partai Golkar adalah mendukung pasangan Prabowo Subianto- Hatta Rajasa.
Anggota Steering Commitee Munas Golkar Freddy Latumahina mengatakan, sebelum Munas Poempida sudah mengirimkan surat ke Mahkamah Partai. Menantu politisi senior Partai Golkar Fahmi Idris itu menyatakan penyesalannya dan ingin aktif kembali di partai berlambang pohon beringin itu.
"Mahkamah Partai akan mengadili yang bersangkutan (Poempida) setelah Munas selesai digelar," kata Freddy di arena Munas Golkar di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Selasa (2/12/2014).
Sementara Ketua Steering Commitee Nurdin Halid menyebut sesuai anggaran dasar dan rumah tangga, ada sejumlah penyebab seorang kader dipecat dari partai. "Yaitu melanggar anggaran dasar anggaran rumah tangga, menolak Munas dan Rapimnas, melakukan tindakan atau melawan ketentuan atau kebijakan partai," kata Nurdin di tempat yang sama.
(erd/try)











































