Sering Disindir
Dua Panitia Porwanas Mundur
Kamis, 20 Jan 2005 11:09 WIB
Pekanbaru - Setelah ramai dikritik, keretakan di tubuh panitia Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) mulai muncul. Sejumlah panitia pelaksana mengundurkan diri.Panitia pelaksana HPN dan Porwanas memang ngotot melaksanakan acara tersebut kendati dihujat kalangan masyarakat di Riau. Kendati demikian, sejumlah panitia lainnya memberanikan diri menyatakan mundur sebagai panitia.Mereka yang menyatakan mundur dalam pelaksanaan itu, antara lain, Ahmad S Udi Pemimpin Redaksi Riauterkini.com dan Denny, anggota Perhimpunan Jurnalis Indonesia (HPJI). Kedua orang ini di HPN untuk kebagian tugas menjaga gawang situs Porwanas sejak sepekan lalu.Menurut Ahmad kepada detikcom, Kamis (20/1/2005) di Pekanbaru, awalnya dia memang menjadi salah satu panitia HPN/Porwanas yang membidangi pemberitaan media online. Namun melihat begitu banyaknya anggaran yang diajukan pihak panitia kepada pemerintah dan legislatif, dia mulai ragu untuk terus bertahan menjadi panitia.Puncaknya, ketika Ahmad melakukan liputan ke Banda Aceh pasca badai tsunami selama sepekan, ia mendapat kritikan dan ejekan dari sejumlah wartawan yang tengah bertugas di sana. Selama dalam liputan, tiap kali berkenalan dengan rekan seprofesinya, sindiran demi sindiran terus ia terima."Wah, wartawan Riau ya? Enak ya kalian, akan ada pesta besar dengan uang rakyat. Sementara di Aceh ini mayat-mayat bergelimpangan. Wartawan pontang panting meliput untuk kepentingan masyarakat, eh kalian sibuk akan menghabiskan uang masyarakat," kata Ahmad menirukan sejumah sindiran rekan-rekan wartawan yang ada di Aceh. "Sungguh saya kehilangan muka saat meliput di Aceh," sambungnya.Selepas liputan dari Aceh, dengan berbagai pertimbangan yang matang, Ahmad menyatakan mundur dari panitia. Pengunduran dirinya hanya dia sampaikan lewat SMS kepada Ketua PWI Riau, Sutrianto, sepekan lalu."Ketua PWI Riau sempat menelepon saya ketika menerima SMS pengunduran dari panitia. Dia juga sempat bertanya apa alasannya. Saya hanya jawab ada perubahan pemikiran," urai Ahmad. Denny menyampaikan mundur dari kepanitiaan juga lewat SMS kepada Ketua Panitia HPN/Porwanas. "Awalnya memang saya sempat menjadi anggota panitia di HPN. Tapi belakangan HPN itu satu paket dengan Porwanas. Satu sisi Porwanas tidak melibatkan semua komponen wartawan. Berbagai pertimbangan, akhirnya saya mundur," kata Denny.Sementara itu, sikap kedua panitia ini, kabarnya akan diikuti sejumlah panitia lainnya. Tak lama lagi bakal ada panitia baik HPN/Porwanas yang akan hekang dari kepanitiaan. Alasannya, karena karena tidak ada koordinasi yang jelas sesama panitia.Sekretaris Umum Porwanas, Ridar Hendri, ketika dikonfirmasi detikcom, membenarkan bahwa Ahmad S Udi dan Denny merupakan anggota panitia HPN/Porwanas yang memiliki SK penetapan dari Gubernur Riau."Belakangan mereka mundur, setelah ribut-ribut masalah Porwanas. Mereka berdua memiliki tugas membidangai situs pemberitaan Porwanas," kata Ridar yang mengaku sedang di Jakarta.
(nrl/)










































