"Harusnya Agung hadir dan siap bertarung secara fair dengan Aburizal, itu baru terlihat akan ada semangat. Agung Laksono tidak meng-guide dengan jelas," kata Zainal di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Senin (1/12/2014).
Zainal kecewa karena 7 caketum Golkar penantang Ical tidak bisa bergabung dan mengusulkan satu calon. Hasilnya, Munas di Bali dianggap lebih siap dan jalan Ical untuk melanjutkan masa jabatannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dukungan, sampai hari ini belum ada. Nanti kalau lolos dapat 30 persen dukungan, akan jadi calon. Itu urusan saya berjuang (mendapatkan dukungan), suara bertebaran dari seluruh Indonesia," ungkapnya.
Zainal sempat tidak bisa masuk ke arena Munas karena ada dualisme surat dari MKGR yang mendaftarkan nama-nama peserta. Setelah berdiskusi dengan panitia, Zainal berhasil masuk dan mengikuti jalannya Munas.
"Dalam sebuah ajang persaingan begini, semua taktik dipakai. Upaya melakukan pembenaran. Kalau panitia Munas Bali melakukan berbagai macam rekayasa yang sesuai konstitusi, itu terpulang pada DPD II sebagai pemilik suara terbesar," kata Zainal tentang jalannya Munas.
(imk/rmd)











































