Disebut-sebut, Edi mendapat pasokan amunisi dari aparat di Jambi. Isunya, dia juga dekat oknum aparat sehingga lolos saat digerebek. Benarkah?
"Apapun informasinya terkait Edi Palembang, tetap jadi masukan bagi kita. Kita memang mendapatkan informasi itu (soal pasokan peluru dari oknum polisi). Nanti kita koordinasi hal itu dengan Polda Jambi," kata Direskrim Umum Polda Riau, Kombes Arif Rachman Hakim, kepada detikcom, Senin (1/12/2014).
Dari tangan Edi, polisi mengamankan 4 pucuk senpi. Terdiri dari pistol FN, senjata laras panjang, dan satu pistol rakitan dengan dengan 36 butir peluru.
"Dugaan soal dipasok dari oknum itu tetap kita selidiki. Kita akan bekerjasama dengan Polda Jambi. Kita belum mendapatkan informasinya secara lengkap. Apalagi ini kan tidak wilayah kita, jadi memang harus ada koordinasi lebih lanjut," kata Kombes Arif.
Soal komunikasi Edi dengan oknum polisi, Kombes Arif juga mengatakan hal serupa.
"Pokoknya semua dugaan itu tetap akan kita koordinasikan. Karena ini kan melibatkan tiga provinsi, Sumbar, Jambi dan Riau," kata Kombes Arif.
(cha/try)











































