Ahok: Bu Yani Berpengalaman, Pak Djarot Lebih Teruji

- detikNews
Senin, 01 Des 2014 12:49 WIB
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masih menolak usulan PDIP yang mengajukan Boy Sadikin sebagai wagub DKI. Orang nomor satu di DKI Jakarta itu lebih cocok dengan calon pendampingnya yang telah berpengalaman dan teruji memimpin daerah.

Dari tiga nama yang diajukan kepadanya, Ahok mengaku lebih cocok dengan dua nama lainnya selain Boy Sadikin, yaitu mantan Wali Kota Blitar Djarot Syaiful Hidayat dan mantan Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Sarwo Handayani.

"Saya tinggal lihat aja, PDIP izinkan siapa. Kalau tidak izinkan, saya ada calon sendiri. Kalau Pak Boy dibandingkan, Bu Yani lebih pengalaman. Saya akan pilih Bu Yani. Tapi kalau Pak Djarot yang diizinkan oleh PDIP saya akan pilih Pak Djarot," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (1/12/2014).

"Kalau dari 3 nama itu menurut saya, Pak Djarot lebih teruji," sambungnya.

Karena itu Ahok mengungkapkan, dirinya telah menyiapkan dua surat sambil menunggu PP dari presiden. Satu surat untuk nama mantan Wali Kota Blitar Djarot Syaiful Hidayat, dan satu surat lagi untuk nama mantan Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Sarwo Handayani.

"Kalau PDIP izinkan Pak Djarot, saya akan usulkan Pak Djarot tanda tangan yang lembar itu. Saya mau cepat waktunya. Tapi kalau PDIP tidak izinkan ya saya majukan Bu Yani," imbuhnya.

Ahok sendiri bukan tanpa alasan memilih Djarot. Ia mengaku sudah kenal Djarot dan karakter kepemimpinannya sejak 2006 saat Ahok masih menjabat Bupati Belitung Timur.

"Kalau mau menguji karakter sejati seseorang, kasih dia kekuasaan. Kalau orang nggak pernah berkuasa, kita enggak tahu karakternya. Nah Pak Djarot ini 10 tahun jadi Wali Kota Blitar. Dia juga dapat penghargaan walikota terbaik versi majalah Tempo. Seperti saya juga pernah dapat versi majalah Tempo. Dia juga yang mencanangkan pertama kali bedah rumah. Termasuk revitalisasi pasar. Dan gayanya juga orang yang agak soft ya," puji Ahok.



(bar/rmd)