Agung Laksono Tak Tutup Peluang Islah dengan Ical

Munas Golkar

Agung Laksono Tak Tutup Peluang Islah dengan Ical

- detikNews
Minggu, 30 Nov 2014 21:37 WIB
Agung Laksono Tak Tutup Peluang Islah dengan Ical
Bali, - Hubungan dua elite Partai Golkar antara Ketua Umum Aburizal Bakrie (Ical) dengan Wakil Ketua Umum Agung Laksono memanas.‎ Meski masih berseteru, namun Agung Laksono yang kini menjadi Ketua Presidium Penyelamat Partai ini tak menutup peluang islah dengan Ical di kemudian hari.

"Saya tidak menutup untuk seterusnya soal islah," kata Agung‎ di Bali, Minggu (30/11/2014).

Sampai sekarang Agung memang tak sepakat dengan Ical soal pelaksanaan Munas IX Golkar di Bali yang diselenggarakan hingga dua hari ke depan. Tawaran islah dari Ical juga ditolak Agung, karena syaratnya Munas hari ini tetap digelar pada November ini namun pemilihan ketua umum digelar pada 2015. Karena tak sepakat soal ini, islah tidak terjadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita moratorium dulu lah soal islah, karena sudah berbeda sekali (pandangannya)," kata Agung.

Agung tidak bisa menerima bila pembahasan program dengan pemilihan ketua umum dipisahkan penyelenggaraannya, seperti tawaran Ical. Menurut Agung, Munas harus sekaligus mengakomodasi hal-hal itu dalam 'satu tarikan nafas'.‎

"‎Isi Munas adalah laporan pertanggung jawaban, menyusun program baru, menyusun rekomendasi, pembahasan AD/ART, dan pemilihan ketua umum," kata Akbar.

‎Upaya islah antara Agung dengan Ical itu dicomblangi oleh Ketua Dewan Pertimbangan Akbar Tanjung. Namun Agung menyatakan tak sepakat.

‎"Ya saya katakan, mohon maaf Pak Akbar. Perintah itu sungguh mengejutkan, karena itu (pemisahan Munas dan pemilihan Ketua Umum) tak lazim, kecuali ada gempa atau musibah yang luar biasa," kata Agung.

Untuk menjajaki peluang islah selanjutnya, Agung menyatakan ‎bakal melihat-lihat dulu bagaimana hasil dan dinamika Munas IX Golkar yang saat ini tengah berlangsung.

‎"Saya akan lihat apa yang akan terjadi seterusnya dalam acara yang menamakan dirinya Munas itu," kata Agung.‎

(dnu/mpr)


Berita Terkait