"Saya tidak menutup untuk seterusnya soal islah," kata Agung di Bali, Minggu (30/11/2014).
Sampai sekarang Agung memang tak sepakat dengan Ical soal pelaksanaan Munas IX Golkar di Bali yang diselenggarakan hingga dua hari ke depan. Tawaran islah dari Ical juga ditolak Agung, karena syaratnya Munas hari ini tetap digelar pada November ini namun pemilihan ketua umum digelar pada 2015. Karena tak sepakat soal ini, islah tidak terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agung tidak bisa menerima bila pembahasan program dengan pemilihan ketua umum dipisahkan penyelenggaraannya, seperti tawaran Ical. Menurut Agung, Munas harus sekaligus mengakomodasi hal-hal itu dalam 'satu tarikan nafas'.
"Isi Munas adalah laporan pertanggung jawaban, menyusun program baru, menyusun rekomendasi, pembahasan AD/ART, dan pemilihan ketua umum," kata Akbar.
Upaya islah antara Agung dengan Ical itu dicomblangi oleh Ketua Dewan Pertimbangan Akbar Tanjung. Namun Agung menyatakan tak sepakat.
"Ya saya katakan, mohon maaf Pak Akbar. Perintah itu sungguh mengejutkan, karena itu (pemisahan Munas dan pemilihan Ketua Umum) tak lazim, kecuali ada gempa atau musibah yang luar biasa," kata Agung.
Untuk menjajaki peluang islah selanjutnya, Agung menyatakan bakal melihat-lihat dulu bagaimana hasil dan dinamika Munas IX Golkar yang saat ini tengah berlangsung.
"Saya akan lihat apa yang akan terjadi seterusnya dalam acara yang menamakan dirinya Munas itu," kata Agung.
(dnu/mpr)











































