Sejumlah armada commuter line atau KRL mengalami keterlambatan akibat gangguan pantograf dan sinyal. Gangguan pantograf disebabkan oleh lembaran seng terbang mengenai pantograf di sekitar Stasiun Cilebut. Kerusakan pada pantograf berpengaruh juga ke sinyal.
"Tadi ada seng terbang mengenai pantograf antara Stasiun Bojonggede dan Stasiun Cilebut tadi siang," ujar Humas PT KAI Commuter Jabodetabek, Eva Chairunisa, saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (30/11/2014) pukul 18.20 WIB.
Meski tidak mengetahui secara pasti penyebabnya, namun dia menduga seng tersebut terbang lantaran angin yang berhembus kencang di sekitar lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dampak dari kerusakan pantograf, KRL mengalami gangguan sinyal. Namun kerusakan sekarang sudah diperbaiki, kereta kembali beroperasi seperti sedia kala. Untuk mengurangi keterlambatan kereta, pihaknya memotong sejumlah tujuan kereta.
Hari ini angin di Bogor memang dilaporkan berhembus kencang. Namun menurut BMKG, kecepatan angin hari ini berada di ambang normal yaitu antara 3-7 knot/jam. Kecepatan ini jauh di bawah ketika terjadi hujan badai pada Jumat (28/11) lalu, yaitu berkisar 7-13 knot/jam. Angin kencang ini menyebabkan sejumlah pohon, billboard dan tiang listrik ambruk.
(aws/nrl)











































