"Kita perlu pertimbangkan bahwa ada suara serentak bahwa Golkar ini menemukan persatuan," kata Marzuki di Westin Hotel, Nusa Dua, Bali, Minggu (30/11/2014).
Pengunduran diri Hidayat disebut telah mendapat persetujuan dari pihak-pihak yang telah mendukung dia. Oleh karena itu menurutnya tak masalah bila mengundurkan diri di detik-detik terakhir jelang Munas.
"Kami tak pisahkan bahwa perkembangan ini tak bisa dilepaskan dari proses politik sehingga suasana persaingan saling silang berdampak pada partai," imbuh mantan Jaksa Agung ini.
Dia mengklaim bahwa sebelumnya Hidayat telah kantongi 300-an dukungan. Suara-suara itu 'disumbangkan' untuk Ketum Aburizal Bakrie (Ical) yang ingin mencalonkan diri kembali.
(bpn/van)











































