KLH akan Kembangkan Desa Pesisir yang Redam Tsunami
Rabu, 19 Jan 2005 23:01 WIB
Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup akan mengembangkan pola desa pesisir yang dapat mengurangi kerusakan akibat bencana tsunami di Aceh dan Sumatera Utara. Di daerah pesisir tersebut akan ditanami hutan bakau (mangrove) dan jalur pepohonan (green belt) untuk meredam atau memecah gelombang tsunami."Sedangkan untuk pemukiman ditempatkan agak jauh dari pantai," kata Menteri Negara Lingkungan Rachmat Witoelar usai menghadiri sidang Consultative Group on Indonesia (CGI) di Gedung Bank Indonesia, Jl. MH Thamrin, Jakarta, Rabu (19/1/2005).Pengembangan pola desa pesisir ini, menurut Witoelar, akan dibangun seideal mungkin dengan tetap mempertahankan asas-asas lingkungan. "Ini kesempatan bagi kita untuk membangun Aceh yang lebih bagus dan lebih cantik. Dan pembangunan ini tetap mengacu pada keinginan orang Aceh."Mengenai tata ruang, saat ini KLH dan Kementerian Pekerjaan Umum sedang melakukan pembahasan tata ruang pembangunan daerah pesisir ini. "Jadi supaya tidak tumpang tindih."Pembangunan daerah pesisir di Aceh ini bisa menjadi daerah percontohan di daerah pesisir lainnya di Indonesia, seperti di kawasan Pantai selatan seperti Pangandaran, dan daerah pesisir lainnya.Proyek ini akan memperhatikan saran dari the United Nation Foundation (UNF), dan ada desain yang ramah lingkungan. "Sebab kalau tidak memperhatikan desain tersebut maka akan terjebak pada pembangunan yang berpolusi," demikian Rachmat Witoelar.
(gtp/)











































