"Ini sebetulnya terakhir akibat kekalahan Pileg dan Pilpres, terus kita menjadi oposisi, ikut KMP," kata Muladi kepada wartawan di Kantor DPP Golkar Slipi, Jakarta, Kamis (27/11/2014).
Persoalannya adalah Golkar tak siap menjdi oposisi. Dalam sejarah Golkar selalu berada di pemerintahan.
"Menjadi ketidaksiapan Golkar menjadi oposisi, cultural shock dan ada perbedaan pendapat yang ingin ke sana dan ada yang ke sini. Dalam seumur hidup Golkar baru kali ini jadi oposisi, tapi sekarang dijadikan oposisi yang dijagokan oleh KMP," katanya.
Lalu bagaimana menyelesaikan persoalan ini? Muladi menempatkan Mahkamah Partai di tempat yang netral.
"Yang bisa menyelesaikan tokoh senior seperti Pak JK, Pak Akbar dan lainnya," ujar mantan menteri ini.
(van/nrl)











































