Menolak Disebut Gadungan, Ini Penjelasan 3 'Jenderal PBB'

Menolak Disebut Gadungan, Ini Penjelasan 3 'Jenderal PBB'

- detikNews
Kamis, 27 Nov 2014 11:47 WIB
Menolak Disebut Gadungan, Ini Penjelasan 3 Jenderal PBB
Jakarta -

Polresta Medan menyebut tiga pria yang memakai atribut PBB di Medan, Sumut, gadungan. Namun lewat surat elektronik, mereka membantah sangkaan itu. Bagaimana penjelasannya?

Redaksi detikcom menerima surat berjudul 'klarifikasi hak jawab' dari ketiga pria tersebut, Rabu (26/11/2014). Surat dikirim via email dari alamat pengirim: pramukadigital1@gmail.com, bukan dari alamat email resmi PBB atau organisasi UNPFC-Sea.

Surat tersebut mencantumkan tiga logo PBB di kopnya. Ada logo bertuliskan United Nations, United Nations Peacekeeping Force Council dan United Nations (SEA). Surat itu ditembuskan juga kepada Sekjen PBB hingga Dewan Pers. Anehnya, meski surat dikirim ke Sekjen PBB, namun isinya berbahasa Indonesia. Tak ada kontak telepon atau alamat kantor yang jelas dicantumkan di situ.

Inti surat tersebut pada intinya membantah sebagai gadungan dan bermasalah di Polresta Medan. Mereka juga mengaku sudah bertemu dengan Pangdam Bukit Barisan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, penjelasan mereka berbeda dengan keterangan Kapolresta Medan Kombes Nico Afinta dan Kepala Staf Kodam (Kasdam) Bukit Barisan Brigjen Cucu Somantri. Menurut Kapolres, mereka terbukti gadungan dan kini jadi tersangka penyalahgunaan atribut pejabat negara. Sementara menurut Kasdam, ketiganya belum sempat bertemu dengan Pangdam, hanya sampai ruang tamu, kemudian diserahkan ke polisi.
Β 
Berikut penjelasan lengkap mereka:

25/UN-TPKFCSEA/PANGTI/X/2014.
Perihal : Klarifikasi Hak Jawab.
Lampiran : 45 (Empat puluh lima) lembar.

1. Kunjungan kami United Nation The Peace Keeping forces south east asia UN-TPKFCSEA atau Pasukan Perdamaian PBB wilayah Asia Tenggara,melaksanakan program kunjungan kerja silahturahmi kepada Panglima Komando Daerah Militer 1 Bukit barisan secara resmi yang telah diberitahukan terlebih dahulu melalui surat 3 (tiga) hari sebelumnya dan kami UN-TPKFCSEA disambut dengan baik oleh PANGDAM 1 Bukit Barisan.(Bukti terlampir).

2. Setelah acara pertemuan resmi dengan PANGDAM 1 Bukit Barisan di Markas Komando daerah Militer Bukit Barisan,kami UN-TPKFCSEA Diantar balik ke hotel dengan kendaraan dinas Kodam yang telah disiapkan oleh KODAM melayani kami UN-TPKFCSEA pada kunjungan silahturahmi tersebut. Namun dalam perjalanan dari MAKODAM 1 BARISAN menuju Hotel tempat kami UN-TPKFCSEA menginap, mobil dinas KODAM yang kami tumpangi di sweeping oleh PM dan ketika oknum PM menanyakan kartu tanda anggota kepada letjen UN-TPKFCSEA Syarifuddin Simbolon,SH yg diserahkan oleh Letjen UN-TPKFCSEA Syarifuddin Simbolon,SH adalah KTA bapak Jendral UN-TPKFCSEA DR Adityo Bambang Mataram, sehingga PM mengarahkan untuk beriring-iringan menuju ke kantor DENPOM, setibanya di markas DENPOM terjadi marah-marahan antara Panglima Tertinggi UN-TPKFCSEA dengan DENPOM sehingga oleh DENPOM di arahkan ke Polresta Medan. Setelah diperiksa oleh Polresta Medan ternyata tidak ada unsur kriminal sehingga secara serta merta langsung dilepas.

3. Bahwa Tim UN-TPKFCSEA tersebut bukan Gadungan,tetapi benar-benar ASLI personil UN-TPKFCSEA YANG TERDIRI DARI Panglima Tertinggi Jendral Besar UN-TPKFCSEA Dr ADITYO BAMBANG MATARAM,Deputy of the highest Commander in chief of the Army (juru bicara Panglima Tertinggi UN-TPKFCSEA) LETJEN UN-TPKFCSEA DRS H.JEMMI MOKODOMPIT,SE,MBA, dan Deputy Legal UN-TPKFCSEA LETJEN UN-TPKFCSEA SYARIFUDDIN SIMBOLON,SH.

4.Bahwa dua personil tersebut di atas telah diangkat berdasarkan SK Nomor : 08/HC/UN-TPKFCSEA/X/14 dan surat Tugas Nomor : 11/PT-ST/UN-TPKFCSEA/14 (BUKTI TERLAMPIR).

Jakarta, 23 Nopember 2014
Panglima Tertinggi, Pendiri dan guarantor Tunggal UN-TPKFCSEA,
DR ADITYO BAMBANG MATARAM
Five Stars General (GA) of UN-TPKFCSEA.

Tembusan :

1.Sekretaris Jendral PBB di New York.
2.Panglima TNI di Jakarta.
3.KAPOLRI di Jakarta.
4.Menteri KOMINFO di Jakarta.
5.Komisi Penyiaran Indonesia di Jakarta.
6.Dewan Pers Republik Indonesia di Jakarta

(mad/try)


Berita Terkait