Bayang-bayang Duel El Clasico Ical vs Paloh

Bayang-bayang Duel El Clasico Ical vs Paloh

- detikNews
Rabu, 26 Nov 2014 17:36 WIB
Bayang-bayang Duel El Clasico Ical vs Paloh
Jakarta -

Adanya intervensi dari luar yang mempertajam perpecahan yang melanda Partai Golkar semakin terlihat. Perpecahan di Golkar tak hanya soal pertarungan kubu Ketum Aburizal Bakrie dan Agung Laksono cs, tapi ada bayang-bayang 'el clasico' di dalamnya.

Bayang-bayang duel 'el clasico' itu adalah adu strategi antara Ical dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Manuver Surya Paloh di tengah perpecahan Golkar membuat peta politik di internal Golkar tak sesederhana seperti apa yang tampak di permukaan.

Begitu Agung Laksono cs menggulingkan Ical dan membentuk Presidium Penyelamat Partai Golkar usai pleno yang dibumbui kisruh di DPP Gplkar pada Selasa (25/11) kemarin, tangan halus Surya Paloh mulai terlihat. Menko Polhukam Tedjo Edhi Purdijatno yang juga politikus Partai NasDem melarang polisi memberi izin pelaksanaan Munas Golkar di Bali. Tak hanya itu, Menko Polhukam juga menyarankan Golkar menunda Munas sampai Januari 2015.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan Menko Polhukam itu langsung menuai respons keras dari elite Golkar. Ketua DPP Golkar Aziz Syamsuddin menilai ini sebagai bentuk intervensi pemerintah terhadap parpol. Bagi Aziz, untuk melaksanakan Munas, parpol tak perlu menunggu izin dari kepolisian.

"Berkenaan dengan pernyataan Menko Polhukam segera disikapi agar tidak seluruh partai-partai dicampuri oleh kebijakan politik," protes Ketua Komisi III DPR itu di tengah rapat paripurna DPR, Rabu (26/11/2014).

Waketum Golkar Fadel Muhammad bahkan langsung menuding kebijakan Menko Polhukam politis. Fadel menyebut ada campur tangan NasDem di tengah perpecahan internal Golkar.

"Karena Menko Polhukam dari NasDem, NasDem tahu semua pecahan Golkar, ini ada permainan politik," kata Fadel sembari meminta Menko Polhukam menarik ucapannya kembali.

Jika benar ada campur tangah Surya Paloh, maka ini sebenarnya mengulang jejak panjang persaingan Ical vs Surya Paloh yang tak pernah padam. Ical dan Surya Paloh bersaing memperebutkan kursi Ketua Umum Golkar di Munas tahun 2009 silam.

Kala itu Ical menang tipis dengan raihan 296 suara mengalahkan Paloh yang hanya meraih 240 suara dari total 536 yang diperebutkan. Kubu Ical dan Surya Paloh terpecah. Pendukung Jusuf Kalla (JK) dan Surya Paloh tidak mendapat posisi strategis di kepengurusan Golkar era Ical.

Tak lama setelah itu Surya Paloh mendirikan ormas Nasional Demokrat (NasDem). Ormas NasDem kemudian bermetamorfosa menjadi Partai NasDem. Mendekati Pemilu 2014, Surya Paloh mengambil alih posisi Ketua Umum Partai NasDem. Di Pemilu 2014, Partai NasDem masuk sebagai parpol papan tengah dengan raihan 6,72 persen suara.

Setelah hasil Pemilu Legislatif keluar, Surya Paloh membawa Partai NasDem sebagai partai koalisi pertama pendukung Jokowi. Sebelum JK diputuskan menjadi cawapres Jokowi, saat itu Ical sempat menjajaki koalisi dengan Jokowi namun kandas.

Ical juga sempat bertemu dengan Surya Paloh untuk menjajaki koalisi, namun lagi-lagi kandas. Di last minutes, Ical yang gagal nyapres kemudian memutuskan bergabung dengan Koalisi Merah Putih pendukung Prabowo-Hatta. Lagi-lagi Ical dan Paloh berhadapan, Ical membela pasangan capres nomor satu sementara Surya Paloh membela Jokowi-JK yang mengkampanyekan salam dua jari. Jokowi-JK akhirnya muncul sebagai pemenang Pilpres 2014.

Pilpres telah selesai namun pertarungan antara KMP dan KIH seolah tak pernah tuntas, begitu juga persaingan Ical vs Surya Paloh. Pertarungan KMP dan KIH terjaga di DPR sampai kemudian ada kesepakatan islah yang dipelopori oleh Hatta Rajasa. Namun belakangan kesepakatan tersebut mulai dimainkan oleh Golkar.

Internal Partai Golkar saat ini benar-benar terpecah belah. Golkar terpecah dua kubu yakni pro Munas Bali pendukung Ical dan pro Munas tandingan yang dimotori Agung Laksono, Priyo Budi Santoso, Agus Gumiwang, Hajriyanto Thohari, Zainuddin Amali, dan sejumlah elite Golkar lainnya.

Jika benar Surya Paloh menggunakan tangan halusnya untuk menggagalkan ambisi Aburizal Bakrie, maka bisa jadi 'dendam' kekalahan di 2009 masih bergelora. Namun Partai NasDem menegaskan tak ada campur tangan NasDem terkait larangan Menko Polhukam terkait pemberian izin Munas Golkar di Bali.

Lalu apa ujung pertarungan 'el clasico' Ical vs Surya Paloh ini?
 

(van/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads