Habibie Tawarkan Diri jadi Utusan Khusus Pemerintah RI

Habibie Tawarkan Diri jadi Utusan Khusus Pemerintah RI

- detikNews
Rabu, 19 Jan 2005 15:41 WIB
Jakarta - Mantan Presiden BJ Habibie menawarkan diri kepada Presiden SBY untuk bertindak sebagai utusan khusus pemerintah untuk membicarakan masalah RI dengan Kongres AS pada pertemuan international council, pertengahan 2005.Selain mengikuti pertemuan badan di bawah PBB tersebut, Habibie akan berkunjung ke sejumlah lembaga dan tokoh politik penting di AS. Salah satu agendanya adalah pembicaraan dengan para anggota Kongres AS yang terlibat dalam pengambilan keputusan penting Pemerintahan Bush."Presiden SBY menyambut baik tawaran Pak Habibie. Teknisnya akan dibicarakan lebih lanjut dalam dalam pertemuan awal Maret besok," ujar Direktur Eksekutif The Habibie Center Watik Pratiknya usai diterima Presiden SBY di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (19/1/2005). Menurut Watik, Presiden SBY berharap agar Habibie dapat mengkomunikasikan kepentingan-kepentingan Indonesia dengan kepentingan AS. Sebab selama ini, meski hubungan kedua pemerintah berjalan dengan baik, masih ada sejumlah ganjalan. Padahal, Kongres AS sangat berpengaruh dalam setiap proses pengambilan kebijakan.Salah satu contohnya adalah kasus embargo peralatan tempur dan tranportasi militer beberapa tahun terkahir. Rencana Menhan AS Colin Powell mencabut embargo suku cadang pesawat angkut C-130 Hercules dalam rangka membantu proses tanggap darurat akibat bencana Tsumani, mendapat sentimen keras dari Kongres AS."Perlu seorang tokoh dengan reputasi internasional seperti Habibie untuk menjelaskan masalah yang dihadapai Indonesia tanpa dibarengi pretensi-pretensi politis yang subjektif," papar Watik.Direktur Program THC, Dewi Fortuna Anwar, menambahkan dalam rangka penanganan pasca bencana, pihaknya memiliki sejumlah program kerja rehabilitasi para korban. Salah satunya pemberian kredit dan bimbingan usaha mikro bagi rakyat Aceh untuk menata kembali kehidupannya. Program lainnya pembangunan rumah asuh dan beasiswa bagi anak-anak yatim piatu tidak mampu, termasuk untuk perawatan kesehatan pasca trauma. "Pilot project-nya akan kami mulai di Banda Aceh dan Meulaboh," jelasnya. (rif/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini