"Kalau mau maju jadi Ketum manfaatkan Munas di Bali sebaik-baiknya, yakinkan pemilik suara untuk dapat dukungan," ujar Theo saat dihubungi, Rabu (26/11/2014).
Theo menegaskan Munas yang sah adalah Munas di Bali hasil keputusan Rapimnas di Yogyakarta. Sebanyak 34 DPD I dan sekitar 500 DPD II termasuk ormas pemilik suara dipastikan Theo akan hadir di Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu calon Ketum lain harus datang ke Munas di Bali. Dia menjamin pelaksanaannya akan demokratis. "Tetapi siapapun yang menang kita dukung kembali, siapa yang kalah berbesar hati, mungkin next time," tutur Theo.
Sementara itu kubu Agung Laksono yang memimpin Presidium Penyelamat Partai akan menggelar Munas pada Januari 2015. Agung menunjuk Yorry Raweyai sebagai ketua panitia pelaksana Munas.
Agung menyebut tidak ada dasar bagi Ical tetap memaksakan Munas akhir bulan ini. "Secara teknis, Munas Golkar akhir bulan ini terlalu tergopoh gopoh. Selain itu tidak ada dasar yang jelas untuk menyelenggarakan Munas akhir bulan ini," kata Agung di kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli, Jakbar.
(fdn/ndr)










































