Setelah Muncul Hanura, Gerindra dan NasDem Akankah Golkar 'Sempal' Lagi?

Golkar Pecah

Setelah Muncul Hanura, Gerindra dan NasDem Akankah Golkar 'Sempal' Lagi?

- detikNews
Rabu, 26 Nov 2014 11:56 WIB
Setelah Muncul Hanura, Gerindra dan NasDem Akankah Golkar Sempal Lagi?
Jakarta -

Seperti sudah menjadi 'candu politik', Partai Golongan Karya selalu bergejolak setiap kali menjelang Musyawarah Nasional. Usai Munas selalu saja ada kader yang keluar, atau mendirikan partai baru. Selalu muncul partai baru yang merupakan 'sempalan' Golkar usai Munas digelar.

Ketua Umum Partai Golongan Karya Aburizal Bakrie (Ical) menyadari betul potensi munculnya 'sempalan' partai berlambang pohon beringin itu usai Munas digelar. Dia pun berpesan dan berharap tak ada kader yang keluar dan mendirikan partai baru usai Munas.

"Munas ke IX nanti, jangan sampai muncul gerakan terbentuknya partai baru," kata Ical saat memberi pidato politik di acara rapat pimpinan nasional Partai Golkar di Hotel Melia Purosani, Yogyakarta, Selasa (18/11/2014) pekan lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tercatat sejak Munas Golkar tahun 1999 lalu misalnya, banyak kader yang pindah dan mendirikan partai baru. Pertama bernama Partai Keadilan dan Persatuan dan kemudian berubah Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia.

Enam tahun kemudian usai Munas tahun 2004, lahir Partai Gerakan Indonesia Raya yang didirikan oleh salah satu calon ketua umum Golkar Prabowo Subianto. Calon ketua umum Golkar lainnya yakni Wiranto juga keluar dari partai beringin dan mendirikan Partai Hati Nurani Rakyat.

Sejarah kembali berulang pada 2009 saat Surya Paloh gagal meraih kursi ketua umum Partai Golkar. Surya Paloh kemudian keluar dan mendirikan Partai Nasional Demokrat.

Partai Golongan Karya akan kembali menggelar Munas. Wakil Ketua Umum Partai Golongan Karya Agung Laksono memastikan bahwa kader yang kalah tak akan mendirikan partai baru.

"Nggak ada, kita sepakat untuk tidak bentuk partai baru lagi. Sekarang jangan lah, menang kalah harus terima (hasilnya)," kata Agung saat berbincang dengan detikcom Sabtu (22/11/2014) malam.

Belum juga Munas digelar, Selasa (25/11/2014) kemarin Partai Golkar sudah lebih dulu 'sempal". Ada kubu Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono dan kubu Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (Ical). Kubu Ical akan menggelar Munas di Bali pada 30 November sampai 4 Desember 2014 ini. Sementara pendukung Agung Laksono akan menggelar Munas pada pertengahan Januari 2015.

Ketua DPP Golkar Aziz Syamsuddin yang merupakan pendukung Ical tak ambil pusing denganโ€Ž kisruh hingga terjadi dualisme jelang Munas. Aziz menyebut dinamika di Golkar saat ini sama seperti dinamika di DPR.

"Biasalah. Itu kan dinamika biasa. Sama dengan DPR ada teriak-teriak, balik meja," kata Aziz sebelum paripurna di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (26/11/2014).

(erd/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads