"Ajak anak-anak merasa memiliki Indonesia. Sehingga merasa terpanggil terlibat untuk lingkungannya. Aktiflah di RT, lingkungan masing-masing," ujar Anis.
Hal ini disampaikan Anis dalam sambutannya saat membuka Seminar Pendidikan Hari Guru Nasional, HUT ke-69 PGRI 'Mewujudkan Revolusi Mental Melalui Penguatan Peran Strategis Guru'. Acara ini berlangsung di gedung D Kemendikbud, Jalan Sudirman, Rabu (26/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anis melihat fenomena anak-anak dari kalangan ekonomi menengah ke atas yang terisolir dari lingkungan. Sejak berada di dalam rumah, hingga sekolah, menurut Anis, anak-anak di zaman modern ini memiliki banyak batasan untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Anis menilai, kondisi ini dapat mempengaruhi kesadaran akan tanggung jawab anak sebagai warga negara Indonesia.
"Apalagi kelas menengah, makin banyak pendapatannya pagar rumah makin tinggi, terisolasi dari lingkungan. Hidupnya dikeliolingi pagar, saya membayangkan anak-anak harus memiliki rasa Indonesia," ulas Anis.
"Harapannya anak-anak tidak hanya berperan secara global di masa mendatang, tapi di lingkungan ada keterlibatan," tuturnya.
(sip/jor)










































