Menlu: Soal WorldHelp, Jangan Terbajak Isu yang Memecah Kita
Rabu, 19 Jan 2005 14:58 WIB
Jakarta - Demi kepentingan bersama, Menlu Hassan Wirajuda mengimbau agar masyarakat jangan terbajak isu yang memecah persatuan terkait rumor soal kelompok misionaris WorldHelp yang berbasis di Virginia AS."Suatu fakta tersendiri apakah betul 300 anak yang dikeluarkan dari Aceh tapi belum dikeluarkan dari Indonesia itu dikelola oleh lembaga-lembaga tertentu yang mereka sendiri membantah hal itu terjadi," katanya.Hal itu dikatakan Hassan saat menjawab pertanyaan usai menyampaikan pernyataan pers tahunan Menlu di Kantor Deplu jalan Pejambon Jakarta Pusat, Rabu (19/1/2005)."Saya kira untuk kepentingan kita bersama agar tidak terbajak oleh isu yang memecah kita. Saya harapkan media jangan terus menghembuskan masalah ini. Apalagi faktanya itu sendiri belum dapat dibuktikan kebenarannya," tegasnya.The Washington Post pada 13 Januari 2005 memberitakan pernyataan Pimpinan WorldHelp Vernon Brewer bahwa 300 anak Aceh dibawa ke Panti Asuhan Kristen di Jakarta. WorldHelp mengklaim sudah mendapat izin dari Pemerintah Indonesia.Namun kemudian Brewer menyatakan membatalkan upayanya itu setelah mendapat penolakan dari Pemerintah Indonesia. Di mana anak Aceh dilarang keluar Aceh. Kalaupun mau diadopsi hanya boleh diadopsi oleh keluarga Muslim sesuai dengan agama anak Aceh.Sekjen MUI Din Syamsuddin meminta agar 300 anak Aceh itu dikembalikan dengan memohon bantuan PGI dan KWI. Namun PGI dan KWI menegaskan tidak kenal WorldHelp dan menolak kristenisasi anak Aceh. PGI dan KWI mengimbau masyarakat menggunakan akal sehat dalam merespons isu, dan tidak mudah terpancing berita yang tidak mendasar.Polisi pun menegaskan tidak ada indikasi pengiriman 300 anak Aceh keluar Aceh. Polisi akan menelusuri mengapa isu itu sampai ada. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah meminta Polri untuk menelusuri kebenaran informasi tersebut.
(sss/)











































