Ponpes Ba'asyir Idul Adha Kamis

Ponpes Ba'asyir Idul Adha Kamis

- detikNews
Rabu, 19 Jan 2005 14:55 WIB
Solo - Majelis Tafsir Al-Qur'an (MTA) dan Pesantren Al-Mukmin Ngruki pimpinan Abu Bakar Ba'asyir menetapkan salat Idul Adha dilaksanakan hari Kamis besok. Sedangkan Muhammadiyah dan NU melaksanakan salat Id pada hari Jum'at.Ketua PD Muhammadiyah Solo, Subari, menegaskan bahwa seluruh warga Muhammadiyah akan menjalankan salat Idul Adha hari Jumat. Hal tersebut sesuai keputusan PP Muhammadiyah. Dasar yang dipakai adalah hisab dan rukyat yang dilakukan oleh Muhammadiyah bersama organisasi Islam lainnya di Tanah Air."Posisi realitas hilal (bulan muda -red) melalui hisab (perhitungan) maupun rukyat (dilihat langsung) 1 Dzulhijah jatuh pada hari Rabu (11/1/2005) lalu. Dengan demikian 10 Dzulhijah jatuh pada Jumat nanti. Sesuai kewajiban untuk membimbing keagamaan umat, kami akan menyampaikannya kepada seluruh warga kami," kata dia kepada wartawan di Solo, Rabu (19/1/2005).Terpisah, Ketua Umum Pimpinan Pusat MTA, Ahmad Sukina, mengatakan bahwa organisasinya telah menetapkan hari Kamis untuk pelaksanaan salat Idul Adha. Keputusan pimpinan pusat organisasi keagamaan yang berpusat di Solo itu, kata dia, mengikat bagi seluruh bagi seluruh anggotanya di Indonesia."Kamis besok kami akan menggelar salat Id di depan Stadion Manahan Solo. Sekitar 30 ribu anggota kami di Solo dan sekitarnya akan mengikuti salat Id di Manahan. Sedangkan yang tinggal di daerah-daerah lain akan menggelar salat Id di daerahnya masing-masing. Jumlah anggota kami di seluruh Tanah Air lebih dari 100 ribu orang," papar Sukina.Dasar keputusan yang diambil oleh MTA adalah bahwa salat Idul Adha berkaitan dengan pelaksanaan haji di tanah suci Mekkah. Jika hari Rabu ini dilaksanakan wukuf di Arafah maka hari berikutnya dilaksanakan salat Idul Adha.Alasan serupa juga disampaikan oleh Humas Pesantren Al-Mukmin Ngruki yang juga akan menggelar salat Id besok di kompleks pesantren. Menurut Humas Al-Mukmin, Irsyad Fikri, menyatakan, pelaksanaan salat Id berkaitan dengan ibadah haji dan tidak terkait dengan rukyat di daerah setempat."Perintah puasa Arafah itu terkait dengan wukuf. Pada hari para jamaah haji melakukan wukuf, muslim yang lainnya disunahkan berpuasa Arafah. Jika hari ini kita melakukan puasa sunah itu maka hari berikutnya (besok) kita melaksanakan salat Idul Adha. Itu dasar yang kami pakai," ujar Irsyad. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads