SBY Minta Polri Usut Worldhelp

SBY Minta Polri Usut Worldhelp

- detikNews
Rabu, 19 Jan 2005 14:31 WIB
Jakarta - Presiden SBY meminta Polri mengusut kasus Worldhelp yang akan membawa 300anak Aceh ke Jakarta untuk ditempatkan ke Panti Asuhan (PA) Kristen."Presiden sudah meminta Polri untuk menelusuri kebenaran informasi dibawanya 300 anak Aceh oleh organisasi misionaris asal Amerika Serikat," kata Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Andarus Darahim mengutip pernyataan SBY usai bertemu dengan Presiden SBY di kantor kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/1/2005).Meski sudah ada bantahan dan klarifikasi dari Worldhelp, menurut Andarus, mengingat reaksi emosional dalam negeri yang muncul maka tetap diperlukan sebuah cross check atau kebenaran berita tersebut. Terlebih isu itu pertama kali diberitakan oleh harian terkemuka di Amerika Serikat."Bisa jadi memang benar ada tetapi tidak sebesar atau sejauh itu. Kita dukung sikap presiden yang meminta Polri untu melakukan penelusuran," ujarnya.Andarus menilai sebaiknya anak-anak korban bencana tsunami untuk sementara waktu tidak meninggalkan Aceh terlebih dahulu sebab proses pendataan korban dan pengungsi masih terus berlangsung dan akhir-akhir ini banyak korban yang ditemukan masih dalam kondisi hidup di antara puing-puing atau di tengah lautan. Pendataan tersebut diharapkan program reunifikasi keluarga korban yang hilang dapat berlangsung."Apabila anak sudah terlanjur ke luar dari Banda Aceh, tentunya akan menyulitkan proses reunifikasi tersebut kecuali si anak dibawa keluarga terdekatnya," kata dia.Data yang dimiliki KPAI menunjukkan 128 kasus anak hilang korban tsunami baru 5 orang anak yang dapat dipertemukan kembali dengan keluarganya.n. Kegiatan reunifikasi dipusatkan di Children Center yang berkedudukan di Medan. Ke depan, perlu dibentuk Komisi Perlindungan Anak Daerah di Aceh untuk pembinaan mental anak korban tsunami. Yang sebagian menangani reunifikasi dan kasus trauma anak lainnya dengan segera. (aan/)


Berita Terkait