"Sekarang begini, dilogika saja. Mungkinkah organisasi sebesar Golkar menggelar acara Munas hanya dalam waktu lima hari saja? Sekarang saja kepanitiaan dan teknis acara belum disepakati di pleno," ujar jubir Poros Muda Golkar Andi Sinulingga di Kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (25/11/2014).
Pada pleno DPP Golkar kemarin (24/11) belum diputuskan hal ihwal materi Munas sama sekali. Rapat pun diundur hingga sore ini karena sempat rusuh.
"Kami sih tidak mempermasalahkan soal tanggal atau tempat, tapi kesiapannya. Jangan sampai nanti jadi akal-akalan saja sehingga semua dibuat sesuai setting dia dan kelompoknya," ingat Andi.
Penunjukan Nurdin Halid oleh Ical untuk menjadi Ketua SC Munas pun dipertanyakan oleh Poros Muda Golkar. Pasalnya ketika dia menjadi Ketua SC Rapimnas, terjadi kejanggalan yakni pembahasan materi Munas di acara tersebut. Sebelum digelar Rapimnas, DPP Golkar menyepakati bahwa materi Munas tak akan dibahas. Namun anehnya, Rapimnas justru memutuskan tanggal pelaksanaan Munas.
"Jadi begini, dulu kita sudah ingatkan kalau kepemimpinan Ical habis tanggal 8 Oktober 2014. Tapi dia bilang minta waktu, makanya disepakati Januari 2015. Tapi tidak tahu kenapa dia majukan lagi bulan ini," pungkas Andi.
(van/nrl)











































