Istana Merdeka Terancam Banjir

Istana Merdeka Terancam Banjir

- detikNews
Rabu, 19 Jan 2005 12:30 WIB
Jakarta - Banjir heboh di Jakarta pada Januari-Februari 2002 menyisakan Istana Merdeka yang kering kerontang. Tapi kali ini tidak demikian, Istana pun akan kedapatan banjir.Dulu, beberapa wilayah 'dikorbankan' dengan genangan air yang tinggi demi Istana Merdeka tidak banjir. Begitu juga halnya kawasan Menteng yang kebanyakan dihuni para pejabat dan duta besar negara asing.Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso saat itu dihujani protes karena kebijakannya itu. Namun dia mengelak dengan beralasan menjaga simbol kenegaraan.Tapi kali ini sepertinya Sutiyoso berubah pikiran. Dia memutuskan untuk 'membasahi' Istana Merdeka dan sekitarnya jika ketinggian air mencapai angka maksimal. Kini dia beralasan harus membagi banjir secara merata."Tidak mungkin saya membiarkan satu tempat tenggelam, sementara tempat lain tidak tergenang sama sekali. Pada saat ketinggian air maksimal, Istana juga akan banjir. Saya yakin Presiden akan mengerti langkah itu kita ambil karena untuk membantu masyarakat di wilayah tertentu," kata Sutiyoso.Hal itu disampaikan dia di sela-sela meninjau Pintu Air Manggarai Jakarta Selatan, Rabu (19/1/2005). Dia didampingi Walikota Jakarta Pusat Muhayat dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Fadli Mizbar."Kita sudah periksa semua hari ini. Ketinggian air di Depok mencapai paling tinggi 280 cm pada pukul 06.00 WIB. Itu artinya pada ketinggian itu akan datang di Jakarta 6 jam kemudian, atau sekitar pukul 13.00 WIB," urai Sutiyoso.Tetapi ketinggian air itu, lanjut dia, tidak sampai 950 cm di atas permukaan laut. Jadi masih Siaga II. Apabila terjadi penambahan curah hujan lokal selama 2 hari, sangat mungkin akan mencapai 950 cm, sehingga akan dinyatakan Siaga I."Pada posisi seperti itu, saya akan buka Pintu Air Ciliwung Kota. Itu artinya daerah Cikini, Pintu Besar, Kali Pasir, dan Gambir akan tergenang. Itu harus dimaklumi oleh masyarakat yang (biasanya) tidak tergenang, karena saya harus membagi banjir itu secara merata," tukas Sutiyoso.Ditegaskan olehnya, tidak mungkin dirinya membiarkan satu tempat tenggelam, sementara tempat lain tidak tergenang sama sekali. Sehingga pada saat ketinggian posisi air seperti itu, Istana juga akan banjir. Jadi andaikata sesuatu yang luar biasa terjadi dan air melebihi ketinggian 950 cm, maka Pintu Air Ciliwung Kota akan dibuka."Istana akan basah. Saya yakin Presiden akan mengerti langkah itu kita ambil karena untuk membantu masyarakat di wilayah tertentu. Tapi keadaan sekarang di Depok susut dari 280 cm menjadi 225 cm pada pukul 11.00 WIB. Tentunya di sini (Manggarai) pun akan susut," ucap Sutiyoso. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads