Cerita di Balik Kisruh Rapat Pleno Golkar yang Dipimpin Ical

Cerita di Balik Kisruh Rapat Pleno Golkar yang Dipimpin Ical

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Senin, 24 Nov 2014 21:06 WIB
Cerita di Balik Kisruh Rapat Pleno Golkar yang Dipimpin Ical
Jakarta - Rapat pleno Golkar yang membahas persiapan Munas IX Golkar berujung ricuh. Bagaimana cerita di balik dinding ruang rapat pleno hingga akhirnya rapat itu berujung ricuh?

Rapat pleno Golkar tersebut dimulai di ruang rapat pleno Golkar, Jl Anggrek Nely Murni, Slipi, Jakarta Barat, Senin (24/11/2014) pukul 15.30 WIB. Rapat dibuka oleh Ical yang melaporkan hasil Rapimnas Golkar yang mengamanatkan Ketum untuk menyelenggarakan Munas IX pada 30 November 2014.

Pembukaan rapat masih berlangsung damai. Para pengurus DPP menyimak laporan Ical dengan seksama. Nah, suasana panas dimulai saat Ical memperkenalkan ketua panitia pengarah Munas Golkar, yang tak lain adalah Nurdin Halid, yang sebelumnya telah menjabat sebagai ketua panitia pengarah Rapimnas Golkar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wasekjen Golkar Ace Hasan Syadzily menginterupsi Nurdin Halid yang bersiap mempresentasikan persiapan Munas. Ace protes penunjukkan Nurdin tak digelar secara transparan. Padahal, seharusnya penunjukkan panitia Munas dilakukan secara terbuka, dan disepakati di rapat pleno.

Menyusul interupsi Ace, rapat pleno itu hujan interupsi. Tercatat ada Agun Gunandjar, Agung Laksono, Theo L Sambuaga, dan Ridwan Mukti yang menginterupsi rapat. Mereka mempertanyakan sikap DPP yang dengan mudahnya menerima masukan daerah untuk mempercepat Munas ke 30 November 2014. Sikap DPP itu dipertanyakan, karena seharusnya DPP mempertahankan keputusan rapat pleno yang memutuskan Munas pada Januari 2015.

Para kader penentang keputusan Munas di November 2014 menyatakan, jika DPP semata-mata memenuhi desakan DPD-DPD Golkar untuk mempercepat Munas ke November, maka berarti DPP akan menggelar Munas Luar Biasa. Jika memang demikian, maka konsekuensi Munas Luar Biasa adalah ketum tak bisa maju lagi mencalonkan diri. Perdebatan soal Munas itu berlangsung alot.

Hingga akhirnya pukul 17.30 WIB, massa Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) merangsek masuk ke ruang rapat. Dipimpin Yorrys, massa AMPG mencari Ical cs, di antaranya Nurdin Halid dan Fadel Muhammad. Melihat massa AMPG, Ical menskors rapat dengan alasan salat magrib, lalu meninggalkan ruang rapat.

Ical dan para loyalisnya menuju ruang Graha Widya Bhakti II. Sedangkan Yorrys menguasai ruang rapat. Hingga 2 jam, rapat belum juga dimulai. Peserta rapat tetap berada di ruang rapat bersama Yorrys. Para caketum yang akan berkompetisi dengan Ical juga ada di ruangan itu, di antaranya Hajriyanto Y Thohari, Priyo Budi Santoso, Agung Laksono, Zainudin Amali, dan Agus Gumiwang.

Hingga akhirnya Ical muncul sekitar pukul 19.45 WIB. Dikawal Idrus Marham cs, Ical mengumumkan rapat pleno ditunda hingga besok kemudian meninggalkan ruang rapat.

(Ahmad Toriq/Danu Damarjati)


Berita Terkait