Temui Polda Kepri, Komisi III: Ada Korelasi dengan Bentrok 21 September

Temui Polda Kepri, Komisi III: Ada Korelasi dengan Bentrok 21 September

- detikNews
Sabtu, 22 Nov 2014 23:17 WIB
Temui Polda Kepri, Komisi III: Ada Korelasi dengan Bentrok 21 September
Jakarta - Komisi III DPR sengaja datang ke Polda Kepulauan Riau (Kepri) untuk meminta penjelasan terkait baku tembak yang melibatkan TNI dan Polri di Batam, 19 November lalu. Menurut Ketua Komisi III Aziz Syamsuddin, insiden tersebut memiliki keterkaitan dengan kejadian sebelum-sebelumnya.

"Paparan Polda mengenai kejadian korelasi antara 21 September dengan 19 November bahwa ini ada keterlibatan oknum," terang Aziz saat dihubungi, Sabtu (22/11/2014) malam.

Baku tembak yang terjadi di Batam itu bukan kali pertama terjadi. Pada September lalu Brimob dan TNI juga saling bentrok di tempat yang sama yakni di sekitar komplek Markas Komando Brigade Mobile, Batam, Kepulauan Riau pada Rabu (19/11) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anggota Brimob Kepolisian RI dan sejumlah prajurit dari Batalyon 134/Tuah Sakti terlibat baku tembak. Aksi 'pertempuran' itu terjadi lebih dari satu jam.

Akibatnya, salah satu satu anggota Yonif 134 Tuah Sakti Batam tewas dalam insiden bentrok anggota TNI dengan Brimob Polri. Korban bernama Praka Joni K Marpaung yang berasal dari Asahan, Sumut.

Jenazah Praka Joni sempat disemayamkan di RS Embung Fatimah. Jenazah akan dikebumikan di daerah asalnya yaitu di Desa Sidomulyo, Pulau Bandring, Asahan, Sumut. Keluarga mengaku belum mengetahui penyebab kematian Praka Joni dan hanya diberitahu bahwa ia telah meninggal.

Sebelum mengakhiri pertemuannya dengan jajaran Polda Kepri, Aziz meminta Puslabfor Polri dan penyidik TNI memberi perhatian serius pada kejanggalan ini. Dia juga berharap agar penyelidikan rampung secepat mungkin.

(aws/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads