"Paparan Polda mengenai kejadian korelasi antara 21 September dengan 19 November bahwa ini ada keterlibatan oknum," terang Aziz saat dihubungi, Sabtu (22/11/2014) malam.
Baku tembak yang terjadi di Batam itu bukan kali pertama terjadi. Pada September lalu Brimob dan TNI juga saling bentrok di tempat yang sama yakni di sekitar komplek Markas Komando Brigade Mobile, Batam, Kepulauan Riau pada Rabu (19/11) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibatnya, salah satu satu anggota Yonif 134 Tuah Sakti Batam tewas dalam insiden bentrok anggota TNI dengan Brimob Polri. Korban bernama Praka Joni K Marpaung yang berasal dari Asahan, Sumut.
Jenazah Praka Joni sempat disemayamkan di RS Embung Fatimah. Jenazah akan dikebumikan di daerah asalnya yaitu di Desa Sidomulyo, Pulau Bandring, Asahan, Sumut. Keluarga mengaku belum mengetahui penyebab kematian Praka Joni dan hanya diberitahu bahwa ia telah meninggal.
Sebelum mengakhiri pertemuannya dengan jajaran Polda Kepri, Aziz meminta Puslabfor Polri dan penyidik TNI memberi perhatian serius pada kejanggalan ini. Dia juga berharap agar penyelidikan rampung secepat mungkin.
(aws/rvk)











































