Kalla Ragukan Kebenaran Surat Edaran Seswapres
Rabu, 19 Jan 2005 00:52 WIB
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku belum membaca surat edaran di DPR yang ditandantangi Seswapres Prijono Tjiptoherijanto. Kalla meragukan kebenaran surat yang isinya memojokkan DPR itu."Saya tidak tahu kenapa ada surat itu. Mungkin saja ada hal-hal yang tidak benar. Saya sendiri belum membaca surat itu," kata Kalla kepada wartawan usai memimpin Rapat Pleno DPP Partai Golkar di kantor DPP Golkar, Jl. Anggrek Nelly Murni, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (19/1/2005) dinihari.Kalla mengatakan akan memeriksa kebenaran surat itu besok. "Saya yakin surat itu tidak punya keaslian yang cukup benar," kilahnya.Ketika ditanya apakah dengan beredarnya surat tersebut sebagai upaya pembusukan untuk kinerja wapres, Kalla membantah. "kalau itu benar. Kalau palsu bagaimana," kata Kalla balik bertanya.Ketika disinggung adanya tulisan bahwa surat tersebut berdasarkan arahan dari wapres, Kalla menjawab dengan enteng. "Kan boleh saja buat surat seperti itu, kenapa tidak dibuat atas perintah sekalian," tukasnya.Fotokopian surat dengan tanda tangan Seswapres, Selasa (18/1/2005) sore beredar di DPR. Surat tertanggal 27 Desember 2004 itu berisi arahan Wapres mengenai hubungan pemerintah dengan DPR. Surat ditujukan kepada para menteri dan pimpinan lembaga pemerintah non departemen. Yang mencengangkan, isi surat itu lebih banyak memojokkan DPR. Dari empat poin penjelasan dalam surat itu, tiga poin penting menyudutkan DPR. Misalnya dalam poin kedua, disebutkan, dalam praktek, fungsi dan hak konstitusional DPR sering dijalankan dengan cara-cara yang jauh dari sikap kemitraan.
(fab/)











































