JK: Konflik Beragama Banyak Terjadi karena Surga Dijual Murah

JK: Konflik Beragama Banyak Terjadi karena Surga Dijual Murah

- detikNews
Kamis, 20 Nov 2014 23:30 WIB
Jakarta -

Wakil Presiden Jusuf Kalla turut hadir dalam pembukaan World Peace Forum ke-5 yang digagas Muhammadiyah di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta. JK yang hadir menggantikan Joko Widodo banyak mengurai soal masalah konflik dan penyelesaiannya. Salah satunya konflik beragama.

"Kita setiap hari ucapkan assalamu'alaikum untuk Islam, shalom Kristen, om swastiastu Hindu, semua artinya sama mendoakan keselamatan bagi saudaranya dan siapa saja. Tapi kenapa kita yang mendoakan kepada siapapun terjadi konflik dengan dasar agama?,"‎ kata JK dalam sambutan acara yang digelar di komplek parlemen, Jakarta, Kamis (20/11/2014).

Hadir ketua MPR Zulkifli Hasan, Menag Lukman Hakim, Menkes Nila Moeloek dan lainnya. Hadir ju‎ga perwakilan 100 orang dari 38 negara yang hadi‎r sebagai peserta World Peace Forum yang digelar dua tahun sekali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentu semua itu karena ketidakadilan dan ada di antara pemimpin agama yang menjual murah surga," imbuh mantan ketum PMI itu.

JK menerangkan,‎ banyak pemimpin agama yang mengajarkan bahwa dengan membunuh, membakar maka masuk surga. Dan mereka misalnya orang yang bunuh diri bukan untuk mencari uang atau kedudukan, tapi mencari surga.

"Apa yang terjadi di Timur Tengah, ISIS contohnya dengan segala caranya korbankan jiwa manusia tanpa mengetahui sebabnya, khususnya disebabkan karena obral surga," ujarnya.

"Selalu saya katakan pengalaman kita di Poso, Ambon, Aceh selalu (terjadi) di antara konflik itu membunuh dibunuh sampai tersenyum karena akhir hidup bagi dia surga. Sungguh pemahaman yang harus diluruskan dengan begitu konflik dapat diperbaiki," papar JK.

"Artinya mari kita sejajarkan keadaan (cara berpikir -red), sebenarnya masuk surga tidak segampang itu, bunuh orang dengan mudah," tambahnya lagi.

‎JK menjabarkan konflik secara umum, di Indonesia sejak proklamasi hingga 69 tahun kemerdekaan, sudah mengalami 15 konflik besar. Besar untuk kategori yang menewaskan lebih dari 1000 orang.

"Sebanyak 10 di antara (konflik tersebut) karena ketidakadilan ekonomi, ketidakadilan antar daerah, ketidakadilan sosial dan ketidakadilan politik. Hanya 5 karena ideologi dan separatisme," tutur mantan ketum Golkar itu.

"Artinya apabila kita ingin membawa negara hidup damai, sangat utama menjaga keadilan bangsa, keadilan antar masyarakat dan antar‎ daerah dan daerah dan lainnya," tambah JK.




(iqb/kff)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads