Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar dipercepat, dari yang semula akan dilaksanakan pada Januari 2015 menjadi November 2014. Bereaksi atas hal ini, kader Golkar yang menolak percepatan pelaksanaan Munas bakal membentuk Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar tandingan.
"โNanti kita akan rapat membentuk DPP tandingan, tapi bukan DPP tandingan melainkan DPP yang sesuai AD/ART," kata eks Ketua DPP Golkar yang dikenal kontra Ketum Aburizal Bakrie (Ical), Yorrys Raweyai, saat dihubungi, Kamis (20/11/2014).
Nantinya, kepengurusan DPP Golkar versi baru ini bakal diisi oleh orang-orang yang menolak percepatan pelaksanaan Munas. Yorrys menyebut Airlangga Hartanto, Priyo Budi Santoso, Agung Laksono, Agus Gumiwang, Agun Gunandjar Sudarsa, dan Mechias Mekeng.โ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Yorrys, keputusan pelaksanaan Munasโ tidak bisa ditentukan pada forum Rapimnas, melainkan diputuskan DPP. Seperti diketahui, DPP Golkar sudah merekomendasikan Munas dilaksanakan Januari 2015.
"Tiba-tiba mereka (kubu Ical) menganulir dan memaksakan kehendak tanggal 30 bulan ini," kata Yorrys.
(dnu/van)











































