Hal itu seperti dirasakan oleh Kasman, (56) warga penggilingan Rt 04/02 Penggilingan Cakung. Kakek dua anak dan dua cucu ini mengaku bersyukur atas bantuan tersebut.
"Alhamdulillah terobati," ujar Kasaman di kantor Pos Jakarta Timur, Kamis (19/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kerja serabutan, terkadang bantu-bantu dalam kepengurusan RW, lumayan buat tambah-tambah," imbuhnya.
Meski begitu ia merasa dana itu tak cukup untuk menutupi kebutuhan pokoknya. "Biarpun nggak cukup, tinggal pintar-pintar kita mengakalinya aja," lanjutnya.
Mayoritas penerima bantuan kesejahteraan sosial di Kantor Pos Jakarta Timur merupakan pengangguran. Meski hanya mendapat Rp 400 ribu setiap dua bulan sekali, masyarakat dituntut dapat mengatur kebutuhan keseharian mereka.
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan program pemerintah Jokowi-JK berbeda dengan tahun lalu. Warga penerima bantuan diharapkan dapat mengatur kebutuhannya.
"Uang yang mereka terima ini berbentuk giro simapanan, sehingga masyarakat dapat menentukan prioritas sesuai kebutuhan," ujar Khofifah.
Ia berharap dengan adanya program ini masyarakat dapat mandiri. Sehingga dapat meningkat kesejahteraan sosial masyarakat Indonesia.
"Dengan begitu mereka bisa lebih mandiri. Berdasarkan data yang diterima dari 200 orang yang mengambil hanya 15 orang menghabiskan uang itu seluruhnya," tutupnya.
(edo/mpr)










































