Namun hasil pertemuan tersebut tidak menyebutkan kata nominal. Alhasil warga Rw 04 Bidara Cina tersebut tetap menolak pengukuran yang dilakukan oleh tim Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Perizinan Terpadu (P2T) Provinsi DKI.
"Kemarin warga telah berkomunikasi dengan Pak Ahok langsung. Pak Ahok juga sudah berjanji akan mengganti sesuai harga pasaran di sini," ujar Harianja, warga Rw 04 Bidara Cina, Jakarta Timur, Rabu (19/11/2014).
Meski telah bersedia digusur dalam proyek sodetan Ciliwung, warga belum bersedia tanah miliknya diukur oleh tim P2T.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasca pertemuan dengan Ahok, warga langsung melakukan rapat. Hasil rapat pun dibentuk tim negosiasi.
"Kesepakatan warga ya seperti itu, mereka minta harganya dulu sehingga ada bayangan jika pindah nanti. Setelah dilakukan pembayaran 50% dengan begitu warga akan pindah," tuturnya.
Harianja pun membantah kalau warga Rw 04 Bidara Cina tidak mendukung program penanganan banjir Pemprov DKI Jakarta. Namun di sisi lain, warga juga tak menginginkan harga yang tak sesuai.
"Kami hanya ingin win-win solution," tutupnya.
(edo/jor)











































